bernasnews — Selama dua hari, Jumat-Sabtu (3-4/2/2023), sebanyak 39 guru dan empat kepala sekolah Marsudirini Rayon Selatan terlibat “Sinau Bareng” Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) di Wisma Fransiskus Asisi Muntilan, Jawa Tengah. Acara dibuka oleh Sr. M. Paulin, OSF mewakili Pengurus Yayasan Marsudirni.
Peserta kegiatan ini berasal dari SD Santo Yosep Marsudirini Muntilan, SD Santa Theresia Marsudirini Boro dan SD Marsudirini Yogyakarta. Mereka bersama-sama membedah IKM seturut dengan kekhasan yang dikembangkan oleh Yayasan Pendidikan Marsudirini.
Pada hari yang sama, kegiatan serupa juga dilaksanakan oleh Yayasan Marsudirini untuk guru Marsudirini di Rayon Semarang dan Rayon Jakarta, Bogor, dan Bekasi.
Dalam kata pengantarnya, Sr. M. Paulin, OSF mengajak kepada para Guru Marsudirini untuk merapatkan barisan selama dua hari penuh untuk berdiskusi, belajar bersama menggali dan berbagi pengalaman baik tentang praktek melaksanakan kurikulum merdeka yang selama satu setengah tahun terakhir sudah dilaksanakan di unit sekolah Marsudirini.
“Dengan melalui proses refleksi tersebut, diharapkan para guru semakin mampu menciptakan pembelajaran yang menyenangkan, sehingga para siswa semakin senang belajar. Pada akhirnya akan melahirkan generasi merdeka yang semakin bertanggungjawab dalam hidup bersama, bermasyarakat maupun bernegara,” kata dia.
Humas Yayasan Marsudirini Yosef Adiwahyanta kepada bernasnews mengemukakan, dalam rangka internalisasi nilai dan misi Yayasan Marsudirini narasumber “Sinau Bareng” IKM ini diampu dari Guru-guru SD Marsudirini antara lain Veronika Siti Rokhani dari SD Marsudirini Pemuda Semarang, Aryati Anjaningsih dari SD Antonius 1 Semarang dan Angella Febriani Lesmana.
Selama workshop para guru diajak untuk mendalami dan memahami materi tentang Kurikulum Operasional di Satuan Pendidikan (KOSP), Capaian Pembelajaran (CP), Tujuan Pembelajaran (TP), Alur Tujuan Pembelajaran (ATP), Modul Ajar P5 dan Assesmen. (*/mar)











