Petani Kota Yogyakarta Membuat Produk Unggulan untuk Pemasaran

Suasana rapat Konsolidasi potensi Petani Kota Yogyakarta, yang dipimpin oleh Heroe Poerwadi, bertempat di Omah Budaya Kotabaru Yogyakarta, Senin (23/1/2023). Foto: Istimewa.

bernasnews — Petani Kota Yogyakarta menyepakati untuk membuat produk unggulan dengan merk yang sama guna mempermudah pemasaran. Proyek rintisan untuk percontohan yang akan diproduksi adalah produk minuman. Sehingga nantinya, produk minuman dari petani kota Yogyakarta akan punya merk yang sama dan akan mencakup semua produk petani Kota Yogyakarta.

Hal itu dikemukakan oleh Drs. Heroe Poerwadi., MA selaku ketua Asosiasi Petani Sayur Kota Yogyakarta (APSKY) dalam rapat Konsolidasi potensi Petani Kota Yogyakarta, di Omah Budaya Kotabaru Yogyakarta, Senin (23/1/2023).

Wakil Walikota Yogyakarta 2017-2022 ini menjelaskan, bahwa saat ini kelompok Kampung Sayur yang terdaftar di Kota Yogyakarta berjumlah 275, yang tersebar di semua Kelurahan di Kota Yogyakarta. Saat jni setiap kelompok Tani atau Kampung Sayur mempunyai produk unggulan masing-masing, dan melakukan penjualan secara mandiri. Sehingga cakupan dan volumenya masih terbatas.

“Masing – masing produk itu dijual oleh masing – masing kampung sayur, dengan merk dan packaging (kemasan) yang bervariasi,” ungkap Heroe Poerwadi, dalam rilis yang dikirim ke bernasnews.

Padahal, lanjut Heroe Poerwadi, jumlah dan volume produksi setiap kelompok kampung sayur sudah cukup bagus. Sebagian sudah dengan produk dan packaging yang baik, tapi masih perlu ditingkatkan untuk bisa memasuki pasar yang lebih luas. Sebab pasar memerlukan standar produksi dan packaging yang sesuai standar.

APSKY sebagai forum para petani kota selanjutnya akan menggandeng sejumlah perguruan tinggi dan korporasi untuk bisa meningkatkan kualitas produksinya. Beberapa kampus dan korporasi menyatakan akan bergandeng gendong dengan petani kota. Kampus akan membantu pengembangan produksi pertanian dan pengolahannya, begitu juga korporasi akan membantu packaging dan penjualannya.

“Petani Kota sudah komunikasi dengan beberapa kampus dan korporat yang nanti akan menindaklanjuti dengan pelatihan produksi, packaging dilanjutkan perjanjian kerjasama produksi dan pemasaran,”terang Heroe Poperwadi.

Wakil Walikota Yogyakarta 2017-2022 Heroe Poerwadi selaku u ketua Asosiasi Petani Sayur Kota Yogyakarta (APSKY) saat memimpin rapat Konsolidasi potensi Petani Kota Yogyakarta. (Foto: Istimewa)

APSKY dalam waktu dekat juga akan memperluas kerjasama dengan sejumlah Kampus dan korporate lainnya, serta beberapa Dinas terkait, baik Kota maupun DIY. Menurut Heroe Poerwadi, ini adalah upaya pemberdayaan untuk menjadikan produksi dan pemasarannya juga meningkat.

“Korporasi yang akan kita gandeng kebetulan sudah punya produk yang beredar secara nasional bahkan sudah ekspor. Korparate inilah yang diharapkan bisa menggendong para petani dengan produk-produknya,” imbuh dia.

Kampung Sayur, sebagai inovasi Pemkot yang mendapatkan juara 1 Nasional dalam event Penilaian Penghargaan Pembangunan Daerah tahun 2022, menjadikan produk minuman sebagai perintis proyek percontohan.

“Ya karena yang banyak diproduksi kampung sayur adalah aneka minuman dari rempah dan hasil pertanian. Nantinya juga akan dikembangkan dengan produk olahan yang juga sudah diproduksi kampung sayur,” bebernya.

Produk minuman yang akan diproduksi diantara dari yang berbahan bunga telang, jahe, serai, jeruk, dan sebagainya. Sementara produk olahan lainnya berupa stik seledri, peyek bayam Brasil, peyek teri, peyek cabe dan sebagainya. “Banyak sekali variasi produk nya, ini nanti akan kita tata untuk bisa melayani kebituhan pasar. Makanya kota bekerjasama dengan korporate yg sudah pengalaman menjual aneka produk di tingkat nasional dan internasional,” ujar Heroe Poerwadi.

“Untuk memperkuat pemasaran beberapa produk yang sudah punya PIRT dan sertifikat halal, akan lebih cepat untuk diluncurkan ke pasar. Sementara yang belum dalam waktu dekat akan segera dilakukan pelatihan PIRT dan sertifikasi Halal,” pungkasnya. (*/ ted)