News  

UMKM di Jogja Diajak untuk Berani Promosikan Produknya Melalui Event Pameran

Event untuk dukung UMKM naik kelas. (Foto: Wulan)

bernasnews – Pertumbuhan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Indonesia cukup besar dan hampir di setiap daerah pasti punya produk UMKM yang menjadi ciri khasnya, termasuk di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Melihat pesatnya pertumbuhan tersebut, Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Diskop UKM) DIY melalui Jendela Sibakul hadir untuk memberikan fasilitas berupa ruang promosi bagi pelaku UMKM di Yogyakarta untuk mengambil peran dalam setiap event pameran.

Salah satu event yang sedang bergulir adalah event menyambut Imlek 2023 di Malioboro Mall. Kali ini, Diskop UKM DIY melibatkan belasan pelaku UMKM, dimana mereka diajak untuk berani mempromosikan produknya sendiri, baik secara online maupun offline.

“Apapun kita upayakan, (untuk) membangun dan mewujudkan UMKM Jogja dalam kebersamaan dan kekompakan,” kata Wakil Ketua Deskranada DIY, Tazbir Abdullah, Jumat (20/1/2023), malam.

Masing-masing pelaku UMKM itu berkesempatan memperkenalkan produknya dalam sesi fashion show dan talkshow oleh Jendela Sibakul. Salah satu penggiat UMKM Pop Up Book Pineapple, Stephanus Sigit Dwi Prasetyo menjelaskan uniknya usaha yang ia miliki.

Sigit mengatakan, buku Pop Up itu memiliki unsur 3 dimensi serta memberikan visualisasi cerita yang menarik, mulai dari tampilan gambar yang dapat bergerak ketika halamannya dibuka.

Sehingga tidak akan membosankan untuk kalangan anak-anak yang menjadi target pasarnya.

“Ternyata anak anak itu kalau tulisan kurang menyukai, mereka belajar dari visual dulu, sehingga dari visual banyak mendominasi ketimbang tulisan. Sehingga buku Pop up bisa menjembatani daya tarik anak terhadap buku,” ungkap pemilik usaha Pop Up Book Pineapple, Stephanus Sigit Dwi Prasetyo.

Dalam promosinya itu, Sigit mengatakan kedepan produknya akan menjangkau para wisatawan terutama yang berasal dari mancanegara. Rencananya, ia akan membuat sebuah souvernir Pop Up Book, salah satunya dengan design yang menampilkan tentang kawasan sumbu filosofi di DIY.

“Kita mau memperkenalkan itu (Pop Up Book) ke anak anak maupun ke turis turis ataupun wisata yang datang ke Jogja,” ujarnya.

Berbeda dengan Pop Up Book, pelaku UMKM satu ini, Priska Cookies memilih untuk mengembangkan usahanya dibidang kuliner.

Meskipun pesaing aneka kue di Jogja cukup banyak, Priska menyakini produknya tetap akan dicari banyak orang karena cita rasa yang khas dan enak.

“Bisa menggaet pasarnya yang lebih luas. (Yang membedakan) dari bahannya pun kita sudah memilih yang sehat, tanpa bahan pengawet dan tanpa bahan pewarna,” kata pemilik Priska Cookies, Patricia Priska Wihardyarini.

Priska juga menyadari pentingnya event UMKM seperti ini. Menurutnya, akan sangat membantu para pelaku UMKM untuk bisa mempromosikan dan memasarkan produknya ke pasar yang lebih luas lagi.

Apalagi pasca pandemi betul-betul menjadi awal kebangkitan perekonomian bagi setiap pelaku usaha, sehingga persaingan pasar cukup banyak.

“Event UMKM bisa membantu kesejahteraan masyarakat. Sangat berguna, istilahnya kita punya toko dimana mana,” tandasnya. (wul)