bernasnews – Kelurahan Panembahan menyelenggarakan giat Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Tahun 2023 untuk Usulan Tahun 2024, bertempat di Pendopo Mandiraloka, Kantor Kelurahan Panembahan, Kemantren Kraton, Kota Yogyakarta, Sabtu (21/1/2023).
Kegiatan ini dihadiri oleh puluhan peserta dari Ketua RT, Ketua RW, Ketua Kampung, dan wakil pengurus lembaga se Kelurahan Panembahan, Jajaran Kemantren Kraton, Babinsa dan Bhabinkamtibmas Kemantren Kraton, Jajaran Kelurahan Panembahan, serta beberapa perwakilan dari OPD Pemerintah Kota Yogyakarta.
Juga dihadiri oleh Anggota Komisi A DPRD Kota Yogyakarta Tri Hari Kuncoro, Mantri Pamong Praja (MPP) Kemantren Kraton Sumargandi, Lurah Panembahan RM. Murti Buntoro, dan Ketua LPMK Panembahan Hj. Sri Herawati, yang juga bertindak sebagai nara sumber.

Dalam sambutannya, MPP Kemantren Kraton Sumargandi mengatakan, bahwa kegiatan Musrenbang ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan Pra Musrenbang yang beberapai kali dilaksanakan, dengan harapan bisa lebih mengerucut paling tidak mendekati 80 persen.
“Sehingga dalam musyawarah tidak berpanjang lebar, karena saya tahu kekompakan warga dari Kelurahan Panembahan ini sudah terwujud. Sedangkan dari usulan-usulan tahun lalu kami juga telah melihat wujud di beberapa wilayah RW maupun kampung-kampung setempat,”ungkap dia.
Lanjut Sumargandi menjelaskan, untuk kedepan terkait pembangunan bisa diarahkan guna menambah daya tarik wisatawan datang ke Kota Yogyakarta. Menurut dia, masyarakat juga mencoba mendapatkan anggaran dari Danais (Dana Keistimewaan).
“Kemarin juga kita coba memasukan Danais untuk membuat ciri khas semacam patung yang menggambarkan toponame kampung. Juga pelatihan untuk PAUD terkait tradisi Jawa, seperti unggah-ungguh. Semoga bisa mengangkat potensi-potensi yang ada,” papar Sumargandi.
Sementara Tri Hari Kuncoro menjelaskan, bahwa mulai tahun ini ia masuk ke badan anggaran sehingga termasuk hasil musrenbang kelurahan dan kecamatan yang masuk di musrenbang kota pihaknya bisa mengawal program-program kerja yang sudah direncanakan di wilayah.
“Untuk diskusinya ada di badan anggaran (banggar) antara tim anggaran pemerintah daerah dengan banggar yang ada di DPRD Kota Yogyakarta. Musrenbang hampir tiap tahun dilakukan dan semua warga sudah paham, hanya saja adanya keterbatasan anggaran sehingga usulannya tidak bisa diakomodir,” ujar dia.

Dikatakan, untuk Kelurahan Panembahan dengan pagu satu milyar rupiah lebih mudah-mudahan bisa digunakan. Pertama, sesuai dengan prioritas pembangunan yang ada di Kota Yogyakarta. Komisi A memliki fungsi budgeting atau penggaran, sedangkan diskusinya nanti dalam rapat Komisi dengan Kemantren yang bisa berubah-ubah.
“Meskipun telah terkunci dalam DPA (Dokumen Pelaksanaan Anggaran) namun masih bisa diusulkan kembali melalui anggaran perubahan. Hanya mengingat waktunya yang pendek, terutama untuk pembangunan phisik harus benar-benar dicermati,” ujar Kuncoro, yang juga seorang ustad dan pendongeng anak-anak.
Sementara itu, Ketua LPMK Panembahan Hj. Sri Herawati selaku narasumber lebih banyak memaparkan hasil Rekapitulasi Prioritas Usulan Kegiatan Kelurahan Panembahan, yang terdiri 10 lembar yang terbagi dalam usulan utama, usulan pendukung, Usulan Operasional, dan Usulan Kegiatan Keistimewaan untuk Tahun 2025.
Acara Musrenbang Kelurahan Panembahan ditutup dengan penandatanganan berita acara yang dilakukan oleh para nara sumber, serta perwakilan Ketua Kampung, RW dan Pengurus Lembaga Pemberdayaan Masyarakat yang ada di Kelurahan Panembahan. (ted)











