News  

Tenaga Medis dan Kesehatan Perlu Belajar Komunikasi dan Literasi

Penangggungjawab Klinik Intan Yogyakarta dr. Asdi Yudiono (berdiri tengah belakang) dan staf dalam sebuah kesempatan wisata bersama. Mereka memandang perlu belajar komunikasi dan literasi kesehatan. (Foto : Istimewa)

bernasnews – Tenaga medis dan tenaga kesehatan selain harus terus meningkatkan kualitas diri di bidang kesehatan, juga perlu belajar komunikasi dan literasi. Hal ini penting untuk meningkatkan pelayanan dan sadar kesehatan masyarakat.

“Semakin lama berinteraksi dengan masyarakat, dulu di rumah sakit, kini di ruang praktek dokter klinik, home care atau perjumpaan di berbagai kesempatan, kita sadari bersama antara dokter dan pasien perlu komunikasi yang baik dan menguatkan. Bagi setiap dokter, sebagaimana Sumpah Dokter Indonesia, akan selalu membaktikan hidupnya guna perikemanusiaan,” kata Penanggungjawab Klinik Intan Yogyakarta dr. Asdi Yudiono kepada bernasnews di kantornya, Jalan Masjid Nomor 3 Pakualaman, Yogyakarta, Kamis (19/1/2023).

Guna mengembangkan diri dalam belajar dan berkarya di bidang komunikasi dan literasi kesehatan, Klinik Intan Yogyakarta melakukan kerja sama dengan Majalah Literasi Guru (Maligu) untuk edukasi kesehatan dan lomba menulis literasi kesehatan.

“Untuk pembelajaran dan praktek komunikasi massa kami antara lain kerja sama dengan bernasnews melalui bernasnews Digital Academy (bDA) beberapa waktu yang lalu. Kini, untuk pembelajaran literasi kesehatan, kami bekerja sama dengan Maligu. Prinsipnya, kita harus melakukan kolaborasi dengan para pihak untuk bersama-sama mewujudkan masyarakat yang semakin sehat, cerdas dan sejahtera,” kata Asdi Yudiono yang akhir Desember 2022 genap 30 tahun berkarya sebagai dokter.

Melalui kebersamaan dengan media dan perbukuan, dia mengajak dan mendorong staf Kinik Intan Yogyakarta untuk berkarya tulis yang memberikan inspirasi bagi banyak orang. Beberapa waktu yang lalu, pihaknya bekerja sama dengan bDA mengadakan lomba karya tulis kesehatan tingkat Kalurahan Purwokinanti, Kemantren Pakualaman, Yogyakarta sebagai komitmen pengabdian masyarakat. (mar)