News  

Maas Theater & Dance Pentaskan “BullyBully” di ISI dan PAS Yogyakarta

Sebuah adegan dalam pentas teater musikal BullyBully Mass Theater & Dance asal Belanda. Teater ini pentas di ISI Yogyakarta (Rabu, 18/1/2023) dan Pendhapa Art Space (PAS) Tegal Krapyak RT 01, Panggungharjo, Sewon, Bantul (Kamis, 19/1). (Foto : Istimewa)

bernasnews — Maas Theater & Dance asal Belanda mengadakan pentas teater musikal terbaru BullyBully di Auditorium Fakultas Seni Pertunjukan Jurusan Teater Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta, Rabu (18/1/2023) pukul 15.00. Penampilan berikutnya, di Pendhapa Art Space (PAS) Jalan Prof. Dr. Wirjono Projodikoro (Ring Road Selatan), Tegal Krapyak RT 01, Panggungharjo, Sewon, Bantul, Kamis (19/1) pukul 14.00 (sesi 1) dan pukul 16.30 (sesi 2). 

Pentas teater musikal Maas Theater & Dance ini adalah kali pertama digelar di Indonesia. Diharapkan, pementasan teater musikal ini dapat membuka wawasan tentang isu serius dengan cara yang menyenangkan dan mudah diakses baik oleh anak-anak maupun orang dewasa. 

Pertunjukan ini didukung oleh Pusat Kebudayaan Belanda Erasmus Huis. Sebelumnya,  Maas Teather & Dance ditampilkan di Taman Budaya Jambi (9-10 Januari), Erasmus Huis Jakarta (13-14 Januari). Dikonseptualisasikan dan disutradarai oleh René Geerlings, teater musikal ini menampilkan dua pemain, banyak lagu, pertengkaran lucu, dan berakhir yang bahagia. 

“Saya sangat senang BullyBully bisa pentas keliling di berbagai kota di Indonesia. Dalam BullyBully, karya adalah ide bagus untuk mengambil isu besar rumit dan membentuknya menjadi sesuatu yang berada pada tingkat pemahaman balita. 

Saya percaya bahwa anak-anak di mana pun di dunia ini harus dapat mengungkapkan pikiran mereka dan bersikap kritis terhadap lingkungan sekitar. Orang dewasa sering berpikir bahwa mereka tahu yang terbaik, tetapi kita tidak boleh lupa mendengarkan anak-anak,” kata  Geerlings, sebagaimana disampaikan melalui rilis ke bernasnews.

Pada tahun 2021, Erasmus Huis menayangkan pertunjukan secara daring (online) Whoops yang juga karya Maas Theater & Dance. Tahun 2023, Erasmus Huis berharap ingin menarik penonton muda untuk datang dan menonton pertunjukan secara langsung. Sebuah pergelaran untuk seluruh keluarga. 

Di Belanda, seni pertunjukan untuk anak memiliki kualitas yang tinggi. Anak-anak dianggap serius oleh para penampil opini, perasaan, dan penilaian anak-anak adalah nyata, belum dipengaruhi oleh kondisi politik ataupun ekonomi. 

“Kelompok teater yang membawa BullyBully ini, adalah Maas Theater and Dance, salah satu kelompok teater terbesar dan terpenting di Belanda. Saya sangat bangga dapat mempresentasikan pertunjukan peraih penghargaan ini di Indonesia,” kata Direktur Erasmus Huis Yolande Melsert.

Secara terpisah, Direktur Pendhapa Art Space (PAS) Ganes Satia mengungkapkan, PAS sangat senang dapat bekerja sama lagi dengan Erasmus Huis. Sebelumnya, Erasmus Huis bekerja sama menggelar pameran ‘World Press Photo’ 2022. PAS adalah sebuah ruang seni yang didirikan oleh Dunadi pematung Yogyakarta. Dunadi menyediakan fasilitas untuk penyelenggaraan kegiatan seni dan budaya bagi para seniman dan masyarakat. Selain memiliki ruang galeri pameran seni dan ruang pertunjukan, PAS memiliki ruang latihan, alat musik gamelan, fasilitas panggung terbuka. (*/mar)