bernasnews – Di era goblal ini setiap lembaga pendidikan dituntut untuk dapat memadukan antara kepentingan sosial dan bisnis dengan pendekatan promosi dan pemasaran. Memadukan kedua kepentingan tersebut merupakan karakteristik tersendiri pada lembaga pendidikan. Karena itu diperlukan teknik dan cara mengelola informasi yang profesional, efektif dan efisien kepada masyarakat.
Pelaksana Bidang Pendidikan Yayasan Marsudirini Perwakilan Yogyakarta Ir. Yosef Adiwahyanta mengemukakan hal itu kepada bernasnews di Yogyakarta, Rabu (18/1/2023).
Menurut dia, tugas menjalankan fungsi mengelola informasi kepada publik internal (anak didik, tenaga pengajar dan karyawan) dan publik eksternal (orang tua anak didik, masyarakat, instansi pemerintah, perguruan tinggi dan lembaga mitra) harus dilaksanakan secara profesional, efektif dan efisien,
Oleh karena itu, Yayasan Marsudirini pada tahun 2023 dalam program kerjanya telah merekomendasikan pembentukan hubungan masyarakat (Humas) di tingkat sekolah dan komplek. Tugas pokok humas Marsudirini adalah mengelola informasi kepada publik secara kontinyu dan serius terutama untuk menunjang marketing pendidikan.
“Personalia humas Marsudirini pada umumnya masih awam dengan tugas kehumasan yang akan diembannya tersebut. Maka dirasakan penting adanya pelatihan guna memperkaya pemahaman para humas sekolah ini dengan pengetahuan dan ketrampilan yang berkaitan dengan ruang lingkup kerja humas dan peranannya,” kata Yosef yang juga Humas Yayasan Marsudirini Jawa Tengah dan DIY ini.
Pelatihan dua gelombang
Menurut dia, pelatihan ini dilaksanakan dalam dua gelombang. Gelombang satu dilaksanakan di Rumah Retret Susteran OSF Muntilan, Jateng, Selasa-Rabu 24-25 Januari 2023 dan diikuti sekitar 80 orang humas sekolah-sekolah Marsudirini wilayah Jateng dan DIY. Gelombang dua, waktu pelaksanaan masih dalam pengkajian oleh Yayasan. Rencana dilaksanakan di Komplek Bekasi, diikuti sekitar 40 orang humas sekolah-sekolah Marsudirini wilayah Jakarta, Bogor dan Bekasi.
Pemateri dalam pelatihan ini, untuk jurnalistik berkualifikasi sebagai wartawan senior, redaktur atau dosen jurnalistik. Sedangkan untuk kehumasan berkualifikasi sebagai dosen kehumasan atau manager humas. (mar)











