News  

Kemah Cerpen Tunas Bahasa Ibu 2023 di DIY Diikuti 6 Siswa SD/SMP

Kepala Balai Bahasa Provinsi DIY Dra. Dwi Pratiwi, M.Pd. (Foto : Dokumentasi bernasnews)

bernasnews – Menindaklanjuti Program Merdeka Belajar Episode ke-17: Revitalisasi Bahasa Daerah yang sudah diluncurkan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kemdikbudristek melalui Balai dan Kantor Bahasa di 13 provinsi, termasuk Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) melaksanakan pelatihan menulis cerita pendek berbahasa daerah. Kegiatan tersebut diberi nama “Kemah Cerpen Tunas Bahasa Ibu 2023”. 

    Di Balai Bahasa Provinsi DIY, kegiatan dilaksanakan di ruang Sutan Takdir Alisjahbana, Jalan I Dewa Nyoman Oka 34 Yogyakarta, Selasa (10/1) sampai Jumat (13/1). Untuk hari Selasa sampai Kamis, kegiatan dimulai pukul 08.00 – 17.15, sedangkan hari Jumat pukul 07.45 – 13.45.

“Tujuan kegiatan kemah cerpen ini adalah melatih para siswa SD dan atau SMP untuk lebih intensif dalam menulis cerita pendek berbahasa daerah sebagai tindak lanjut dari kegiatan revitalisasi bahasa daerah,” kata Kepala Balai Bahasa Provinsi DIY Dra. Dwi Pratiwi, M.Pd.  

Staf balai Dr. Ratun Untoro menambahkan, sesuai petunjuk teknis, Balai Bahasa Provinsi DIY telah memilih enam siswa (tiga siswa SD dan tiga siswa SMP) yang diikutkan dalam kegiatan tersebut. 

“Luaran dari kegiatan ini adalah buku kumpulan cerpen berbahasa daerah dari 13 provinsi tersebut. Buku kumpulan cerpen tersebut akan diserahkan oleh Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa dan Sastra kepada Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi pada peringatan hari Bahasa Ibu tahun 2023, di Plaza Insan Berprestasi, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi,” kata Ratun kepada bernasnews.

Adapun keenam peserta Kemah Cerpen Tunas Bahasa Ibu 2023  DIY adalah Pramunditya Ahimsa Untoro (SMP N 15 Yogyakarta), Titis Awahita Sudiharjo Putri (SMP Teladan Sleman),  Runa Chaira Nur Pramana (SMP N 5 Yogyakarta),  Amelia Faradila Rizki Nugroho (SD Cendekia Bantul), Fairuza Aliya Mufida (SD Negeri 2 Godean, Sleman), dan Dhayu Cinta Putu Sari (SD Negeri Model Sleman). (mar)