Ramianto Warga Sleman Mendapat Gelar dari Kraton Kasunanan Surakarta

Ramianto, SE, MM bersama istri dan putri foto saat acara tasyakuran atas perolehan gelar dan nama menjadi Kanjeng Raden Haryo Tumenggung (KRHT) Sontopuro, SE, MM beberapa waktu lalu. (Foto: Istimewa)

bernasnews — Bagi sebagian masyarakat Jawa mendapat penghargaan dari kraton, bak dari Kraton Kasultanan Yogyakarta maupun dari Kraton Kasunanan Surakarta, bisa dikata merupakan anugerah baginya, terlebih penghargaan itu berupa pemberian gelar kebangsawaan.

Di kerajaan-kerajaan yang ada di Eropa, seperti Kerjaan Inggris dan Belanda pun pemberian gelar kebangsawaan kepada warga masyarakat sudah sangat lazim, tentunya warga yang diberi gelar kebangsawaan juga bukan orang sembarangan atau minimal memiliki kiprah positif terhadap kerajaan. Misalnya, seperti personil grup band The Beatles dan Queen yang mendapat gelar Sir.

Seperti halnya pengalaman Ramianto, SE, MM seorang warga Perum Jatimas, Jatisawit, Kalurahan Balecatur, Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman. Ramianto pada tanggal 25 September 2022 mendapatkan penghargaan gelar kepangkatan Bupati Riya Nginggil Anon-Anon, serta pemberian nama menjadi Kanjeng Raden Haryo Tumenggung (KRHT) Sontopuro, SE, MM.

“Pemberian gelar dan nama tersebut berdasar Surat Kakancingan Angka 138/N2/22 Pengageng Parentah Karaton Surakarta Hadiningrat, dan ditandatangai oleh Sahandap Sampeyandalem Ingkang  Sinoehoen Kangdjeng Soesoehoenan Pakoeboewono, Sinoehoen Tedjowoelan,” terang Ramianto, pada bernasnews, Jumat (6/1/2023).

Ramianto, SE, MM atau Kanjeng Raden Haryo Tumenggung (KRHT) Sontopuro, SE,MM (Kanan) foto bersama dengan KPHAA. Daryonagoro beserta istri. (Foto: Istimewa)

Lanjut dia menjelaskan, bahwa yang dilantik mendapatkan anugerah bersama dengan lebih dari 80 orang dari berbagai latar belakang profesi, bertempat di Petilasan Prajurit Majapahit, di Sumpyuh, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Kegiatan wisuda semacam itu bisa dilaksanakan setiap bulan, dengan tempat yang berpindah-pindah.

Menurut Ramianto, orang yang mendapat Surat Kekancingan atas Pangkat dan Asmo (nama, red) dari Kraton Kasunanan Surakarta juga legal berdasar SK Mendagri Nomor 430 – 2933 Tahun 2017 Penguasa Kasunanan bahwa sebaga raja bertahta adalah Sinuhun Pakubuwono XIII.

“Mendapat anugerah dari Kraton Kasunanan Surakarta, saya sendiri merasa terkejut dan tidak menyangka. Barangkali juga atas peran RMH. Joko Suharto, dari Trah Pakubuwono III, turunan yang kelima beserta KPHAA. Daryonagoro,” ujar dia.

Dikatakan, pada waktu Kraton Kasunan Surakarta mengalami musibah kebakaran beberapa tahun silam Ramianto yang saat itu bekerja di Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, dimana isntitusinya juga ikut membantu penyaluran bantuan dana. “Selain itu, saya bersama teman – teman komunitas musik hampir tiap minggu minimal 2 kali ikut meramaikan seni musik di wilayah Solo. Kiprah saya ini diketahui oleh KPHAA. Daryonagoro, sehingga oleh beliau didaftarkan,” pungkas Ramianto. (nun/ ted)