bernasnews – Kolaborasi yang baik dan berhasil di antara dokter, farmasi dan obat diharapkan dapat mewujudkan insan dan masyarakat sehat. Untuk itu, dibutuhkan kerja smart, partner yang baik, serta hubungan baik antara dokter dan farmasi. Kunci kesuksesan kolaborasi itu adalah konsisten dan berusaha.
Hal itu dikemukakan Penanggung Jawab Klinik Intan Yogyakarta dr. Asdi Yudiono sebagai pembicara pada Meeting Nasional Work Together as One PT Gracia Pharmindo di The Alana Hotel Yogyakarta, Rabu (4/1/2023) malam.
Direktur Utama PT Gracia Pharmindo Kuncara menyampaikan terima kasih atas kerja sama yang baik antara perusahaanya dengan Klinik Intan selama ini.
Pada bagian lain dr. Asdi mengemukakan pandangan dari dua sisi dokter dan farmasi dan sebaliknya. Dari pihak dokter, menjadi bagian yang melengkapi logistik obat atau alat kesehatan sebagai sarana penyempurnaan layanan kesehatan yang paripurna. Selain itu, menjadi mitra pelayanan, transfer ilmu dan teknologi terkini tentang kefarmasian.
Kemudian dari pihak farmasi, dokter sebagai pelayan masyarakat yang membantu warga dalam hal kesehatan otomatis membutuhkan obat-obatan. Obat-obatan ini dipasarkan oleh banyak perusahaan farmasi. Dengan jenis obat banyak, yang pastinya sesuai dengan kebutuhan dokter di klinik. Jadi dokter butuh obat dan farmasi butuh sales dari penjualan obat tersebut.
Selanjutnya di mana dan kapan kedua pihak dapat fokus terbaik menciptakan output yang baik. Dengan ramah dan penuh humor, dr. Asdi yang pernah berkarya di beberapa puskesmas dan rumah sakit ini mengemukakan, dari pihak dokter dapat saja dilakukan di rumah, warung lesehan, warmindo, kolam ikan sampai bengkel. Sedangkan dari pihak farmasi, dapat di tempat praktek pribadi dokter, rumah sakit, restoran mewah sampai janjian di suatu tempat.
“Kapan saatnya berkolaborasi? Ini semua butuh proses. Cepat atau lama itu relatif. Dari pihak kami, chemistry yang khas akan menjadi waktu tepat untuk melaksanakan hubungan yang baik sesuai target.
Sedangkan dari farmasi, kolaborasi ini dapat terjadi apabila dokter sudah mengalami kecocokan. Dalam hal kedekatan secara pribadi ataupun obat yang ditawarkan sudah sesuai dengan kebutuhan klinik,” kata dr. Asdi yang lulus dari Fakultas Kedokteran UGM Yogyakarta tahun 1992 dan aktif di kegiatan sosial kemasyarakatan wilayahnya Purwokinanti, Pakualaman, Yogyakarta.
Selesai penyampaian materi, acara dilanjutkan dengan dialog. Berbagai pertanyaan kiat hubungan baik di lapangan disampaikan peserta dan dijawab dengan akrab oleh pembicara. (mar)











