bernasnews – Tim Kurikulum Yayasan Marsudirini menyelenggarakan Workshop Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) di Rumah Retret Susteran OSF Muntilan, Jawa Tengah (Jateng) selama tiga hari, Senin (2/1/2023) sampai Rabu (4/1). Workshop diikuti 60 orang guru dari Kelompok Bermain (KB) / Taman Kanak-kanak (TK) Marsudirini se-wilayah Jateng dan DIY.
“Tujuan kegiatan implementasi kurikulum merdeka ini adalah untuk memantapkan pelaksanaan kurikulum merdeka di sekolah-sekolah Marsudirni,” kata Humas Yayasan Marsudirini Ir. Yosef Adiwahyanta kepada bernasnews, Selasa (3/1).
Menurut dia, pada tahun ajaran 2022/2023 Satuan Pendidikan diberikan keleluasaan untuk memilih kurikulum merdeka. Sekolah yang menerapkan kurikulum merdeka melalui IKM nantinya akan merasakan tiga keunggulan dari kurikulum ini.
Pertama, kurikulum merdeka fokus pada materi esensial sehingga guru tidak terburu-buru dalam mengajar, dapat lebih memperhatikan proses belajar murid dan menerapkan pembelajaran yang mendalam.
Kedua, kurikulum merdeka memberi jam pelajaran khusus bagi Pengembangan Karakter melalui Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila.
Ketiga, kurikulum merdeka memberi fleksibilitas bagi sekolah untuk merancang kurikulum operasionalnya sendiri dan bagi guru untuk menyesuaikan pembelajaran dengan tingkat kemampuan muridnya.
Yosef Adiwahyanta mengemukakan, dalam rangka internalisasi nilai dan misi Yayasan Marsudirini nara sumber workshop diampu dari guru-guru TK Marsudirini antara lain : Sr. M. Claudia, OSF, M.Pd. (Kepsek KB-TK Marsudirini Surakarta) dan Ch. Retno Wahyuni, S.Pd (Kepsek Virgo Maria 1 Ambarawa).
Selama workshop, para guru diajak untuk mendalami dan memahami materi tentang : Kurikulum Operasional di Satuan Pendidikan (KOSP), Capaian Pembelajaran (CP), Tujuan Pembelajaran (TP), Alur Tujuan Pembelajaran (ATP), Modul Ajar P5 dan Assesmen. (mar)











