News  

Warisi Keteladanan dalam Menjaga Iman Paus Emeritus Benediktus XVI

Paus Emeritus Benediktus XVI. (Foto : Istimewa)

bernasnews – Paus Emeritus Benediktus XVI adalah pribadi tokoh Gereja yang sungguh mencari wajah Allah bagi keselamatan kehidupan. Keteladanan beliau dalam menjaga iman patut diwarisi oleh umat Katolik di seluruh dunia.

Demikian rangkuman perbincangan singkat bernasnews dengan dua Pastor Kepala Paroki di Yogyakarta secara terpisah, Minggu (1/1/2023). Mereka adalah Pastor Kepala Paroki Gereja Santo Antonius Padua, Kotabaru, Yogyakarta Romo Macarius Maharsono Probho, SJ. dan Pastor Kepala Paroki Gereja Keluarga Kudus, Banteng, Yogyakarta Romo Matheus Wahyudi, MSF.

Romo Maharsono mengemukakan, kita bersyukur pada akhirnya Paus Emeritus Benediktus XVI wafat di usia 95 tahun setelah sekian lama sakit. Beliau sudah sangat banyak melaksanakan tugas-tugas kepausan dengan baik sebelum mundur karena alasan kesehatan satu dekade yang lalu. Sebelum menjadi Paus, sejak menjabat uskup beliau adalah seorang teolog besar Gereja dan sekaligus penjaga iman yang kuat.

“Keteladanan beliau harus dapat kita warisi dengan meningkatkan iman dan refleksi pribadi. Sumbangan besar beliau adalah kemampuan menjelaskan Kristus kepada dunia melalui teologi,” kata Romo Mahar sehabis memimpin misa kudus peringatan Maria Bunda Allah.

Romo Matheus Wahyudi, MSF di sela-sela perayaan umat HUT ke-55 Paroki Keluarga Kudus, Banteng, Yogyakarta mengemukakan, bersama umat dalam misa di Gereja mendoakan arwah Benediktus XVI untuk kebahagiaan abadi beliau di surga.

“Paus Emeritus Benediktus XVI adalah penjaga iman yang kuat. Beliau tegas dalam menjaga kemurnian ajaran Kristus dan Gereja. Kita berduka dan berdoa bagi beliau,” kata Romo Wahyudi yang kemudian “bertugas” menyanyikan lagu Sakjege Nderek Gusti dalam perayaan umat itu.        

Sebagaimana dikemukakan Juru Bicara Vatikan Metteo Bruni, Paus Emeritus Benediktus XVI meninggal dunia di Biara Mater Ecclesiae, Vatikan, hari Sabtu (31/12/2022) pukul 09.34. Jenazahnya disemayamkan di Basilika Santo Petrus, Vatikan mulai 2 Januari 2023. Selanjutnya pada Kamis 5 Januari, Paus Fransiskus akan memimpin upacara pemakaman Benediktus XVI.   

Menjembatani perbedaan

Secara terpisah, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas kepada media nasional di Jakarta, Sabtu (31/12/2022), selain menyampaikan turut berduka cita atas meninggalnya Paus Benediktus XVI juga menyatakan terkesan dengan kerendahan hati almarhum. 

“Saya banyak mendengar keteladanan beliau sebagai sosok yang rendah hati. Hal itu beliau tunjukkan dengan kesediaan Paus Benediktus untuk meminta maaf,” kata dia.

Kunjungan Paus Benediktus ke Masjid Biru di Istanbul, Turki pada tahun 2006, menurut Menteri, menunjukkan komitmennya untuk menjembatani perbedaan. Pada waktu itu, Paus Benediktus bergabung dengan imam muslim dalam doa hening.

Selain kerendahatian, lanjut Menteri Yaqut Cholil Qoumas, apa yang dilakukan Paus itu adalah cermin sosok yang mau menjembatani perbedaan dan cinta damai. (mar)