bernasnews – Daerah Istimewa Yogyakarta masih menjadi salah satu tujuan destinasi wisata favorit untuk wisatawan lokal maupun mancanegara.
Hal ini terlihat dari jumlah wisawatan yang masuk ke Teras Malioboro 1 yang merupakan Pedagang Kaki Lima (PKL) eks pedestrian Malioboro terus meningkat saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2022.
Ketua Komisi B DPRD DIY, Andriana Wulandari mengatakan Teras Malioboro sendiri telah menjadi salah satu destinasi tersendiri bagi wisatawan yang berkunjung ke Kawasan Malioboro.
Berdasarkan laporan dari pengelola, kunjungan wisatawan ke tempat ini mengalami peningkatan signifikan yakni mencapai 10000 pengunjung per harinya.
“Dengan adanya peningkatan pengunjung ini, harapan kami menjadi kabar baik bagi para pedagang. Artinya mereka sudah mulai banyak mendapatkan pelanggan, wisatawan sudah tahu lokasi jualannya,” kata Ketua Komisi B DPRD DIY, Andriana Wulandari, dalam keterangan Jumat (30/12/2022).
Melihat tingginya angka kunjungan ini, Andriana melakukan kunjungan bersama Dinas Koperasi dan UKM DIY ke sejumlah pedagang di Teras Malioboro.
Kunjungan ini merupakan salah satunya upaya untuk mengetahui proses UMKM dalam melayani wisatawan sekaligus untuk menghimbau para pedagang agar tak jadikan momen Nataru sebagai aji mumpung untuk menaikkan harga jual.
“Kami juga mengimbau ke mereka agar tidak nuthuk harga, kalau saya lihat yang kuliner semua sudah mencantumkan harga. Untuk yang fesyen juga sudah banyak yang mencantumkan harga,” ujarnya.
Kebanyakan pedagang itu sudah banyak yang mencantumkan harga barang sehingga wisatawan bisa nyaman dalam berbelanja.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM DIY Srie Nurkyatsiwi membenarkan jumlah pengunjung Teras Malioboro 1 selama libur Nataru ini mencapai 10.000 orang per hari.
“Kunjungan kalau ramai 10 ribu per hari. Saya hanya rata rata, tapi kalau weekend 10-15 ribu pasti ke teras Malioboro,” kata Kepala Dinkop UKM DIY Srie Nurkyatsiwi.
Siwi mengatakan sebagian besar pedagang di Teras Malioboro sudah memahami prosedur berjualan. Mereka memiliki komitmen untuk melayani wisatawan dengan baik.
Menurutnya, momen libur Nataru ini merupakan market yang luar biasa untuk pelaku UMKM meningkatkan perekonomiannya di Yogyakarta.
“Harus kontinuitas. Jangan sampai wisatawan (datang) produknya habis,” tandasnya. (Lan)












