50 CGP Selenggarakan Festival Panen Hasil Belajar

Suasana Festival Panen Hasil Belajar, bertempat di SMA Muhammadiyah I Yogyakarta, Selasa (20/12/2022). Foto: Kiriman Eko Mulyadi.

bernasnews – Sebagai puncak rangkaian kegiatan pendidikan calon guru penggerak (CGP), Balai Besar Guru Penggerak (BBGP) menyelenggarakan Festival Panen Hasil Belajar, bertempat di SMA Muhammadiyah I Yogyakarta, Selasa (20/12/2022), pukul 08:00-15:00 WIB. Diikuti oleh 50 calon guru penggerak sejak 18 Mei 2022, yang merupakan guru penggerak angkatan 5 Kota Yogyakarta.

Kagiatan festival panen hasil belajar dihadiri oleh Kepala Dinas pendidikan dan Olahraga Kota Yogyakarta Budi Asrori, M.Pd., Kepala BBGP, Dr. Adi Wijaya, dan Balai Dikmen Kota Yogyakarta Dra. Triana yang diwakili Kabid GTK, Rini, serta tamu undangan kepala sekolah, pengawas, guru dan komunitas belajar di Kota Yogyakarta.

Acara dimeriahkan dengan pertunjukan angklung seluruh hadirin memainkannya dengan lagu selamat datang Yogyakarta dan Tanah Airku yang dipimpin oleh Veronika salah satu CGP Angkatan, serta flashmob ‘The Dream dipandu Linda dari SD Sapen. Sharing praktik baik perwakilan SD , Titin Mulyaningsih, Perwakilan SMP, Agustina dan SMA/SMK, Ngadinem.

Sejumlah calon guru penggerak peserta festival panen hasil belajar foto bersama. (Foto: Kiriman Eko Mulyadi)

Sementara Program pendidikan calon guru penggerak dilaksanakan dengan alur MERDEKA yakni Mulai dari diri, Ekpslorasi konsep, Ruang Kolaborasi, Demonstrasi Kontekstual, Elaborasi pemahaman, Koneksi antar materi dan Aksi Nyata. Model pendidikan yang digunakan blended yaitu daring dan luring yang difasilitasi dengan Learning management System (LMS) oleh fasilitator, Lokakarya dan pendampingan individu oleh Pengajar praktik dan elaborasi pemahaman oleh instruktur.

Pola belajar CGP menyelesaikan 10 Modul, 6 kali pendampingan individu di sekolah masing-masing CGP dan 7 kali Lokakarya puncaknya adalah panen hasil belajar. Dalam panen hasil belajar disediakan oleh BBGP yakni stand sesuai dengan jumlah Pengajar praktik. Untuk angkatan 5 Kota Yogyakarta, ada 9 stand yang menampilkan hasil karya setiap kelompok.

Tujuannya adalah memberikan bekal kemampuan kepemimpinan pembelajaran dan paedagogi, sehingga guru tergerak, bergerak dan mampu menggerakan  komunitas belajar di dalam maupun di luar sekolah. Semoga guru-guru di Yogyakarta khususnya dan di Indonesia tergerak, bergerak dan menggerakan komunitas belajar sepanjang hayat yang muaranya adalah “menghamba” pada murid (teacher center). Guru bergerak Indonesia maju. (Eko Mulyadi, Calon Guru Penggerak angkatan 5 Kota Yogyakarta/ Guru SMKN 3 Yogyakarta)