bernasnews – Untuk mengajak masyarakat mengurangi sampah yang sudah menggunung di TPA di Piyungan, JPSM Sehati Sleman membuat progam baru Sekolah Sampah dengan mengadakan Training of Traine (TOT) yang dilaksankam selama dua (2) hari pada selasa dan Rabu (6-7/12/22) bertempat di Bank Sampah Kasturi, Condong Catur, Depok, Sleman dengan peserta sebanyak 34 dari 15 kapanewon di kabupaten Sleman.
TOT dibuka oleh Drs. Moh. Yidin, Kasi Persampahan mewakili Kepala Dinas Lingkungan Hidup kabupaten Sleman yang berhalangan hadir. Moh. Yidin menyampaikan bahwa persolan sampah yang dari dulu jadi masalah dan perlu penanganan yang serius terutama dari sampah rumah tangga.
Diperkirakan setiap harinya sampah rumah tangga yang dibuang ke TPA Piyungan berjumlah 304 ton. Untuk itu perlu dilakukan gerakan yang lebih nyata dan mengena dari masyarakat untuk pengelolaan sampah. Perlu diketahui juga bahwa TPA Piyungan sudah penuh dan akan ditutup pada tahun 2023.
Pihak DLH berharap masyarakat bisa memanfaatkan dan mengelola sampah menjadi barang yang berguna. Selain itu, DLH siap mendukung kegiatan masyarakat baik sarana dan prasarananya.
Dr. Hijrah Purnama Putra, Ketua JPSM sekaligus ketua Panitia Sekolah Sampah Sehati menyampaikan bahwa TOT ini merupkan progam baru dan baru pertama kali dilaksanakan dari JPSM yaitu Sekolah Sampah Sehati yang bekerjasama dengan DLH.

Dengan adanya TOT ini warga diharapkan bisa belajar bersama dan sekaligus ini jadi ajang sosialisasi tentang cara pengelolaan sampah secara mandiri agar bisa jadi barang yang bermanfaat. Hijrah juga berharap kedepan TOT ini akan terus berlanjut dan semakinnbanyak hal yang bisa dipelajari.
Sebagai pemateri TOT kali ini diantaranya Ananto Isworo, S.Ag, seorang penggiat sampah yang sudah berhasil mengelola sodaqoh sampah berbasis Eco Masjid dan menjadi pembicara tentang sampah sampai melanglang buana ke beberapa negara seperti Prancis dan lain sebagainya. Tema yang disamapikan oleh Ananto adalah Beramal dengan menjaga lingkungan melalui gerakan shodakoh sampah berbasis Eco Masjid. Ananto berpesan pada peserta agar bisa mengubah cara pandang terhadap lingkungan.
Selain Ananto, pemateri yang lain adalah Erwan Widyarto yang menyampaikan bagaimana teknik pengelolaan sampah rumah tangga yang aplikatif dan tepat guna. Ewan juga menyampaikan bahwa kita bias mengurangi sampah dengan prinsip 3R (Recude/Mengurangi, Reuse/menggunakan kembali dan Recycle/mendaur ulang)
Sebagai materi terakhir disampaikan oleh ketua JPSM, Hijrah Purnama Putra tentang bagaimana cara kita menjadi seorang fasilisator pengelolaan sampah yang handal. Hal tersebut pada prinsipnya kita lakukan dengan mengacu pada 4 W ddan 1 H (Siapa, kapan, Dimana, apa dan kenapa) dalam menghadapi audiens dimana kita menjadi fasilisatornya. (nun)











