News  

Kesbangpol Sleman Ajak Masyarakat Jaga Kondusivitas Jelang Natal

Anjangsana ke Pemuka Agama Katolik di Gereja Gamping, Selasa (6/12/2022). (Foto: Ayu)

bernasnews – Jelang Hari Raya Natal, berbagai upaya dilakukan sejumlah pihak untuk menjaga kondusivitas dan kerukunan umat beragama. Salah satunya adalah dengan melakukan anjangsana.

Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Sleman secara rutin melakukan anjangsana pemuka agama jelang hari raya. Tak hanya agama Katolik, tetapi juga agama lain. Ini jadi salah satu upaya untuk pererat tali silaturahmi di samping menjaga kondusivitas.

“Kita anjangsana dalam rangka hari raya natal kemudian tentu menjadi sukacita, rasa bahagia untuk keluarga besar umat kristiani di Kabupaten Sleman, masyarakat, dan Pemda. Ini upaya kita untuk perkuat sinergitas di antara teman-teman umat beragama di Sleman,” ujarnya, Selasa (6/12/2022).

Saat disinggung soal bagaimana tingkat kondusivitas di Sleman, menurutnya suasana sudah kondusif. Secara umum, masyarakat hidup dengan rukun di tengah keberagaman.

“Di Kabupaten Sleman secara umum kondusif, secara ummum terkondisi rukun. Namun memang harus diwaspadai ada pihak-pihak tertentu yang memang karena satu dan lain hal kurang memahami makna dari kerukunan,” katanya.

Sebagai upaya untuk menjaga kerukunan, Kesbangpol Sleman memfasilitasi FKUB (Forum Kerukunan Umat Beragama) menyampaikan aspirasi lewat FGD, seminar, kegiatan kepemudaan, kemudian lintas budaya dan generasi muda.

Pastur Paroki Gamping, Romo Yosef Nugroho Tri Sumartono mengungkapkan bahwa kegiatan jelang Hari Raya Natal sudah mulai diadakan. Tak hanya di Gereja, tetapi juga di lingkungan masyarakat.

“Kegiatan menjelang natal memang sudah bertumbuh, tentu harapan kami dna kita semua sudah ada kedisiplinan mengenai kesehatan yang menjadi bagian dari kehidupan kita sehari-hari,” katanya.

Meskipun dengan berbagai macam pelonggaran, namun pihaknya mengutamakan kedisiplinan dan kesadaran masyarakat untuk hidup sehat dan menjalankan protokol kesehatan.

“Kita tetap bertumbuh dengan membuka kembali giat pelayanan Gereja terutama untuk menghadirkan karya dan pelayanan gereja di tengah masyarakat,” ujarnya.