Musik Hadroh Kontemporer di SLB A Yaketunis Yogyakarta

Salah satu penampilan musik hadroh kontemporer SLB A Yaketunis Yogyakarta pada acara Gerakan Pramuka Kwartir Ranting Mantrijeron Yogyakarta, 9/10/2022. (Foto : Humas SLB A Yaketunis Yogyakarta)

bernasnews – Sekolah Luar Biasa (SLB) A Yayasan Kesejahteraan Tunanetra Islam (Yaketunis) Yogyakarta  merupakan sekolah yang memberikan pelayanan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus tunanetra dan salah satu  Sekolah Penggerak Angkatan II Tahun 2021. 

Hal tersebut tertuang pada Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah Nomor 0301/C/HK.00/2022 tentang penetapan satuan pendidikan pelaksana program sekolah penggerak Angkatan II. Tahun pelajaran 2022/ 2023 sekolah  menerapkan kurikulum merdeka sebagai upaya menumbuhkan pembelajar sepanjang hayat untuk mewujudkan Profil Pelajar Pancasila.

Salah satu implentasi pelaksanaan kurikulum merdeka tersebut adalah pembelajaran Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila, yang di dalamnya mengacu pada tema – tema yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Tentu dengan menyesuaikan kondisi,  karakteristik, kebutuhan peserta didik dan lingkungan sekolah.

Setiap individu peserta didik mempunyai minat. bakat dan kemampuan yang berbeda. Berdasarkan data yang ada, peserta didik dapat memainkan alat musik, menyanyi, qiroah, dakwah, bercerita, berpuisi, menari (low vision), merespon suara. Sebagian peserta didik belum tumbuh rasa percaya diri, takut, sering tantrum,  adanya obyek lekat (tidak mau berpisah dengan orang yang dikenal dan ada peserta didik yang tidak mau bersuara jika tidak dekat dengan ibunya).

Lingkungan sekolah kami berada di wilayah perkotaan padat penduduk, dekat dengan situs budaya Taman Sari, Pojok Beteng Wetan, Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat, pasar tradisional, perhotelan,  kampung turis Prawirotaman. Selain itu, masyarakat sekitar agamis dan peduli dengan peserta didik. Artinya, membantu peserta didik apabila mengalami kesulitan dalam mobilitas, melibatkan peserta didik dalam kegiatan kampung pada peringatan hari besar keagamaan. Tradisi yang berkembang di sekitar lingkungan sekolah masih melestarikan nilai – nilai budaya Jawa yang ada di Yogyakarta. 

Karakteristik peserta didik dan lingkungan sekitar sekolah tersebut mendasari pemilihan tema pada Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila yaitu Kearifan Lokal Musik Hadroh Kontemporer. Pemilihan tema tersebut didasarkan pada kenyataan yang terjadi di masyarakat sekitar, bahwa musik hadroh original (hanya menggunakan alat rebana) sudah mulai ditinggalkan masyarakat terutama kaum milineal. Kaum muda lebih memilih mendengarkan musik pop, jazz, k – pop karena menganggap musik hadroh tertinggal zaman (kuno). 

Rasa ingin tahu

Kearifan lokal dapat membangun rasa ingin tahu dan kemampuan inkuiri melalui eksplorasi tentang budaya dan kearifan lokal masyarakat sekitar, daerah serta perkembangannya. Peserta didik mempelajari bagaimana masyarakat dapat berkembang di daerah, nasional maupun internasional, mempelajari konsep, nilai-nilai yang dapat diambil dan diterapkan dalam kehidupan sehari – hari. Peserta didik juga belajar untuk mempromosikan budaya dan nilai – nilai luhur yang dipelajari.

Pengembangan musik  hadroh kontemporer tidak hanya menggunakan alat musik rebana (darbuka, keprak, kempul, trampolin, bedug) saja untuk bermain music. Namun dalam pelaksanaannya dikembangkan dan dipadukan dengan berbagai alat musik modern lainnya seperti : saron, keyboard, gitar bass dan biola. Perpaduan irama musik tersebut dikemas secara “apik” untuk menghasilkan irama bunyi yang unik dan menarik, mengiringi penyanyi dalam membawakan lagu – lagu Islami/ religi dan lagu yang mengandung pesan moral. 

Pelaksanaan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila tema Kearifan Lokal Musik Hadroh Kontemporer di SLB A Yaketunis Yogyakarta dengan sistem blok (pengelompokan jam belajar efektif dalam satuan waktu yang terangkum untuk mengikuti dan menerima materi pembelajaran secara maksimal dan utuh). Artinya semua peserta didik mulai dari jenjang TKLB, SDLB, SMPLB dan SMALB belajar bersama dalam waktu yang sama. 

Langkah pembelajarannya dimulai dengan mendengarkan  musik hadroh melalui audio dan youtube, sampai peserta didik dapat memainkan alat musik sendiri dengan memadukan dan menyelaraskan berbagai macam alat musik.

Untuk  mengapresiasi peserta didik maka diberikan kesempatan untuk tampil pada acara perlombaan atau event-event tertentu. Misalnya, (1) Lomba gerak dan lagu pada tanggal 9 Oktober 2022 dalam rangka Pesta Siaga yang diselenggarakan Kwartir Ranting Mantrijeron meraih Juara III, berkompetisi dengan SD Umum; (2) Tampil di acara pengajian guru dan karyawan SLB se Kota Yogyakarta; (3) Tampil pada acara Festival Budaya Pendidikan Khusus Dinas Dikpora DIY di Sleman City Hall.

Kepala Sekolah sebagai pemimpin pembelajaran juga mengapresiasi kegiatan tersebut dengan mengikuti lomba Apresiasi Kepala Sekolah dan Pengawas Sekolah Inspiratif Tahun 2022 Tingkat Nasional yang diselenggarakan Direktorat Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah, dan Tenaga Kependidikan, dalam rangka Hari Guru Nasional, menuliskan Best Practise dengan judul Penerapan Pembelajaran Berdiferensiasi Pada Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Musik Hadroh Kontemporer di SLB A Yaketunis, masuk 10 besar. (Sri Andarini Eka Prapti, M.Pd., Kepala SLB A Yaketunis Yogyakarta