bernasnews – Moda transportasi layanan publik yakni Kereta Api selalu menjadi saksi bisu sejuta aktivitas para penggunanya. Transportasi publik satu ini selalu ramai digunakan untuk berpergian bahkan angka penumpang setiap harinya mencapai ratusan ribu.
Di balik segala aktivitas berpergian itu, PT Kereta Api Indonesia (Persero) dan KAI Commuter KAI ingin menampilkan kisah-kisah yang terjadi di kereta ke dalam sebuah film dokumenter.
Selain itu, produksi film ini dilakukan juga untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat, bahwa Indonesia memiliki infrastruktur yang memadai sekaligus sebagai sarana edukasi yang bisa disampaikan kepada penonton melalui film.
“Kalau saya yang ngingetin ayo jaga barang, jangan lakukan tindakan seksual, itu mungkin goal nya tidak secepat movie yang bisa ditonton kapanpun, jadi ini adalah salahsatu strategi komunikasi kami didalam mensosialisasikan,” kata Vise President PT Kereta Commuter Indonesia, Anne Purba, Rabu (30/11/2022).
Film yang dihadirkan dalam bentuk dokumenter dan film Omnibus atau gabungan film-film pendek itu diberi judul ‘Stranger with Memories’.
Tak hanya menggandeng putri Wanda Hamidah, Shalima Hakim, Yusuf Mahardika sebagai pemerannya. Film yang dibesut oleh sutradara Fajar Nugros ini juga melibatkan sejumlah masinis KAI.
Meski begitu, Anne mengaku selama proses syuting berlangsung pihaknya tidak menganggu perjalanan masyarakat yang hendak berpergian menggunakan Kereta Api Commuter itu.
“Ada yang syuting di operasional reguler. Ada juga syutingnya yang benar benar di KLB atau Kereta Luar Biasa. Karena kita tidak mau menganggu penumpang ketika kita syuting, tapi gimana caranya ada siang ada malam, itu benar-benar satu hal yang sulit, karena harus mengatur perjalanan kereta (untuk) tetap berjalan,” ujar Anne.
Anne kemudian menceritakan pesan yang ingin disampaikan dari film pendek tersebut. Ada banyak kisah yang dekat dengan masyarakat, dimana menunjukkan bahwa kereta api dan publik tak bisa dipisahkan.
Film Strangers With Memories itu melukiskan begitu indahnya pelayanan PT KAI terhadap transportasi angkutan massal di era kemajuan teknologi ini.
Anne mengatakan bahwa layanan yang diberikan berbeda dengan dulu. Oleh karena itu ,melalui dokumenter film pendek ini, ia berharap banyak masyarakat yang sadar bahwa kereta api masa kini sudah siap melayani penumpang lebih baik lagi.
“Ini adalah wakil dari banyak hal yang bisa kita cerita, dan ini adalah salahsatu bentuk edukasi yang semoga bisa diterima masyarakat,” ungkapnya.
Dalam kesempatan yang sama, Sutradara Fajar Nugros menjelaskan bahwa semua yang ditampilkan di dalam film benar-benar terjadi di lapangan. Apalagi Film Strangers With Memories itu memotret perjalanan kereta api kelas ekonomi yang memberikan pelayanan prima.
“Saya mengapresiasi banget KAI, pelayanan tetap nomor satu. Jadi kita selama proses syuting, kita yang harus nunggu,” kata Sutradara, Fajar Nugros.
Meski telah lama berkecimpung di dunia perfilman, Fajar Nugros mengaku tertantang untuk membuat film ini.
Ia bahkan melakukan riset selama tiga bulan untuk naik turun kereta api keliling Jawa. Selain itu, ia juga melakukan wawancara dengan sejumlah pengguna sebelum membuat film Strangers With Memories.
“Saya ingin menunjukkan, bagaimana wajah kereta api yang sekarang ini berbeda dari yang terdahulu,” tuturnya.
Para cast yang hadir pun turut menyampaikan ketertarikannya bergabung dalam film ini.
“Aku pengen banget shooting dikereta. Bahkan tawaran lain aku cancel demi film ini,” kata salah satu cast, Yusuf Mahardika.
“Karena ini film pertamaku, jadi aku pengen syuting titik,” ungkap cast lainnya, Shalima Hakim.
Film Strangers With Memories ini akan diputar selama satu bulan kedepan di BNI City di Jakarta. Dan kedepan, PT KAI akan melihat terlebih dahulu platform media sosial apa yang bisa digunakan agar film tersebut ditonton lebih luas lagi. (lan)











