bernasnews – Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) kerap jadi momok menakutkan baik bagi karyawan maupun perusahaan. Berbagai alasan bisa jadi faktor perusahaan melakukan PHK bisa dari gejolak ekonomi sampai perubahan sistem secara internal. Dalam dunia industri, lesunya penjualan tak jarang membuat perusahaan gulung tikar hingga mau tak mau terpaksa mengurangi karyawan.
Untuk mengantisipasi PHK, Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo terus melakukan pengawasan perkembangan usaha industri. Hal ini terus dilakukan dengan berkoordinasi bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Sleman.
Baru-baru ini, mereka melakukan pengawasan di salah satu perusahaan di Sleman yakni PT Kusuma Sandang Mekarjaya.
Plh. Kepala Disperindag Kabupaten Sleman, Tina Hastani dalam peninjauan menyebutkan ada sekitar 1.500 karyawan yang saat ini bekerja di perusahaan tersebut. Ia menjelaskan perusahaan manufaktur yang bergerak di bidang tekstil ini pada tahun 2022 ini hanya bisa memasarkan produknya di pasar lokal, dikarenakan permintaan dari luar negeri sudah tidak ada.
“Hal ini dikarenakan beberapa faktor, diantaranya gencarnya produk tekstil cina membanjiri pasar Indonesia sehingga menyebabkan banyak industri tekstil dalam negeri gulung tikar. Lalu teknologi yang digunakan masih banyak memakai mesin lama, serta nilai impor bahan baku yang semakin naik,” ujarnya.
Sementara itu, Kustini mengaku pihaknya siap untuk terus mendampingi usaha industri di Kabupaten Sleman agar dapat semakin tumbuh dan berkembang. Kustini juga menyampaikan harapannya agar industri besar dapat berkolaborasi dengan UMKM dan memberi manfaat bagi warga sekitar. Dengan begitu, Kustini berharap tidak akan ada pegawai yang dirumahkan sehingga tentu membawa dampak pada naiknya angka pengangguran.
“Kalau ada kendala, Pemkab Sleman siap untuk berdiskusi dan mencarikan solusi,” tegas Kustini. (Van)












