Sedyo Rahayu, 38 Tahun Melayani dengan Hati

Yosef Tata Bhumi Putranto dan Maria Tatik Supriyatingsih berfoto bersama dengan beberapa karyawan Sedyo Rahayu, usai acara syukuran di Jalan Gambiran, Kota Yogyakarta. (Tedy Kartyadi/ bernasnews)

bernasnews – Sebuah pesan bijak mengatakan bahwa tidak ada yang abadi di dunia ini, termasuk kehidupan. Hidup kemudian mati atau meninggal adalah keniscayaan, semua orang akan meninggal, siap atau tidak siap. Jika sang pemilik hidup telah menghendaki maka siapa pun tak akan kuasa untuk menolak.

Dahulu apabila ada seorang warga yang meninggal, maka seluruh warga akan terlibat untuk membantu keluarga yang sedang berduka itu, dari perawatan jenazah atau pangrukti laya, mempersiapkan keranda atau peti jenazah hingga proses pemakaman. Bentuk kepedulian dan gotong royong semacam itu kekinian semakin pudar dampak dari perubahan jaman.

Berdasar dari pengamatan perkembangan itulah, pasangan suami istri Yosef Tata Bhumi Putranto dan Maria Tatik Supriyatingsih pada tahun 1984, tepatnya tanggal 19 November 1984 mendirikan usaha Pembuatan dan Toko Peti Sedyo Rahayu, bertempat di Jalan Gambiran, Pandean, Umbulharjo, Yogyakarta.

“Membuat peti jenazah secara otodidak, mengamati dari kerabat yang juga pembuat peti jenazah. Dari situlah kami mengawali usaha, yang selanjutnya dibantu oleh beberapa tenaga tukang. Kreatifitas dalam produksi pun terus dilakukan sehingga kami menemukan cara memakai pola,” terang Tata Bhumi, di sela-sela acara syukuran HUT Ke 38 Sedyo Rahayu, Sabtu (19/11/2022).

Yosef Tata Bhumi Putranto dan Maria Tatik Supriyatingsih owner Pembuat dan Toko Peti Sedyo Rahayu, foto di show room peti jenazah kelas premium, di Jalan Gambiran, Yogyakarta. (Tedy Kartyadi/ bernasnews)

Dengan sistem pola, lanjut Tata Bhumi, bahwa dalam pengukuran kayu dalam proses pembuatan sudah tidak perlu diukur-ukur memakai alat ukur yang terkadang malah tidak presisi. Menurut dia, dengan memakai pola seperti membuat baju pekerjaan semakin mudah dan cepat, serta kualitas terjaga.

“Pasang surut dalam usaha itu biasa, begitu pula Sedyo Rahayu mengawalinya untuk bahan kayu kami harus mencari sendiri masuk ke perdesaan beli pohon dan nebang sendiri. Kemudian bisa berkembang dan kerja sama dengan beberapa rumah sakit dalam pengadaan peti jenazah, layanan Sedyo Rahayu bertambah dengan layanan beberapa mobil ambulans,” beber Totok, sapaan akrab Tata Bhumi.

Dikatakan, karena usaha dari Sedyo Rahayu ini selalu berhubungan dengan orang atau keluarga yang berduka maka dalam pelayanan terhadap konsumen, seluruh karyawan ditekankan agar melayani dengan hati, yang dipatrikan dalam bentuk tageline perusahaan yakni ‘Berkarya Melayani Sesama’. Bentuk badan usaha pun ditingkatkan semula bentuk Usaha Dagang, kemudian pada Juni 2020 ditingkatkan menjadi perseroan bernama PT. Kusuma Bumi Rahayu.

Saat bernasnews menanyakan peluang bisnis ketika pandemi Covid-19 dimana banyak korban meninggal, Totok yang didampingi Tatik sang istri menjelaskan, bahwa Sedyo Rahayu termasuk salah satu toko peti yang turut kebanjiran pesanan. “Namun karena kami telah memantapkan pelayanan dengan hati, harga peti buatan Sedyo Rahayu dengan harga tetap, tidak aji mumpung,” kata dia.

Yosef Tata Bhumi Putranto dan Maria Tatik Supriyatingsih berfoto bersama kerabat, putera puteri, mantu dan cucu, berlatar belakang susunan peti buatan Sedyo Rahayu. (Tedy Kartyadi/ bernasnews)

Tatik menambahkan, meskipun kebutuhan peti jenazah sewaktu pandemi mengalami peningkatan namun juga lantas disertai menjamur usaha-usaha sejenis yang asal asalan bisa membuat peti jenazah. Padahal dalam pembuatan peti jenazah untuk bikinan Sedyo Rahayu bagian tempat pembaringan jenazah menjadi perhatian khusus terkait kesehatan.

“Semua lini usaha memang terdampak pandemi, banyak instansi swasta dan negeri, ormas dan parpol berlomba-lomba menyediakan ambulan gratis. Hal inilah berimbas pada usaha ambulans Sedyo Rahayu. Sehingga kami pun harus merelakan beberapa ambulans yang kami miliki harus dijual, yang berarti juga harus mengurangi karyawan,” ungkap Tatik.

Dalam menjambut era digital marketing berdasar pengamatan bernasnews, Sedyo Rahayu juga telah mempersiapkan dengan cukup baik yang ditangani langsung oleh putera-puterinya. Selain memberikan merek bertanda tanda barcode pada peti produksinya guna menghidari pemalsuan dan persaingan yang tidak sehat, pembuatan flyer price list, dan pemanfaatan media sosial untuk promosi.

Pelayanan Sedyo Rahayu buka selama 24 jam, selain peti jenazah dan perlengkapan juga melayani memandikan dan perawatan jenazah (pangrukti laya), serta tenaga angkat peti untuk pengantaran sampai ke pemakaman. Adapun beberapa jenis peti yang dijual antaralain, jenis Mataraman (peti biasa), Ventura, Diplomat, dan Ukir Relief Perjamuan Terakhir. (ted)