FGSM agar Terus Ajak dan Dorong Guru Berkarya Tulis

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman Drs. Ery Widaryana, MM didampingi Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sleman Dra. Sri Wantini, M.Pd secara simbolis menerima buku karya anggota FGSM di RM Pring Sewu, Sleman, Jumat (18/11/2022). (Foto : Y.B. Margantoro/bernasnews).

bernasnews – Forum Guru Sleman Menulis (FGSM) yang didirikan dan didukung Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman diharapkan untuk terus mengajak dan mendorong guru berkarya tulis. Guru menulis bukan hanya untuk kepentingan diri sendiri, namun juga untuk anak didik dan kemajuan pendidikan.

“Saya mengapresiasi atas perjalanan kreativitas FGSM selama ini. Saya senang para pendidik mau dan mampu berkarya tulis. Saya berharap, para guru di Kabupaten Sleman semangat dalam berkarya literasi. Dari depan kita tarik, dari belakang kita dorong,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman Drs Ery Widaryana, MM pada acara HUT ke-5 FGSM di RM Pring Sewu, Jalan Magelang km 9 Sleman, Yogyakarta, Jumat (18/11/2022). 

Acara HUT dimeriahkan dengan peluncuran 26 judul buku karya anggota FGSM dan bedah buku novelet karya Hendrian Noor Hendrawan dengan pembedah novelis Budi Sardjono.

Pemotongan tumpeng HUT dilakukan oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sleman Dra. Sri Wantini, M.Pd dan diberikan kepada Ketua FGSM Fiati Yuwananingsih, S.Pd.

Ery Widaryana mengingatkan, menulis adalah salah satu kegiatan terpenting yang harus dilakukan oleh guru. Dengan banyak membaca dan menjalani pengabdian mendidik siswa, para guru akan memiliki banyak ide yang dapat dituangkan dalam karya tulis. 

“Melalui FGSM, para guru di Kabupaten Sleman dapat terus mengembangkan diri dalam berkarya tulis. Dengan memiliki kemampuan bersama akan mengembangkan pula literasi pendidikan di sini,” kata dia.Budi Sardjono dalam bedah buku mengatakan, penulis karya fiksi seperti novelet atau novel terlebih dulu harus melakukan riset pustaka dan riset lapangan. Hal ini akan memperkaya naskah fiksi. Selain itu, penulis fiksi sebaiknya berani nakal dan liar dalam berimajinasi. Perkuat tokoh utama dalam fiksi agar mendukung daya tarik tulisan. (mar)