News  

Kualitas Pohon Diketahui dari Buahnya : Alumni STPMD Membuktikan

Suasana diskusi buku Membangun Negeri Memuliakan Desa : Kiprah Almuni STPMD “APMD” di kampus setempat, Rabu (16/11). Duduk dari kiri ke kanan Yudi Ismono, Nikson Nababan dan Irvan Riyadi. (Foto : Y.B. Margantoro/bernasnews)

bernasnews – Di usia ke-57 tahun, STPMD ”APMD” Yogyakarta telah banyak menghasilkan lulusan diploma dan sarjana yang tersebar di seluruh pelosok Indonesia dalam aneka pengabdian. Mereka membuktikan bahwa kualitas pohon diketahui dari buahnya. Aneka 64 kisah perjuangan selepas studi dari kampus itu terangkum dalam buku setebal 314 halaman bertajuk Membangun Negeri Memuliakan Desa : Kiprah Alumni STPMD “APMD”. 

“Para alumni berharap agar STPMD “APMD” tetap harus kuat dan percaya diri, bahwa dirinya bermanfaat bagi banyak pihak, meski terkadang ia harus berjalan sendiri dalam sepi dan tidak popular,” kata editor Tri Nugroho E.W.pada peluncuran dan sarasehan buku tersebut di kampus setempat, Jalan Timoho 317 Yogyakarta, Rabu (16/11/2022).

Peluncuran buku menjadi bagian dari dies natalis kampus yang dipimpin oleh Ketua STPMD “APMD” Dr. Sutoro Eko Yunanto. Tampil sebagai pembahas buku Bupati Tapanuli Utara Drs. Nikson Nababan, M.Si dan Yudi Ismono, S.Sos., M.Acc dari Biro Pengembangan Insfrastruktur dan Pembiayaan Pembangunan Setda DIY, serta moderator Irvan Riyadi, S.I.Kom., M.AP.

Buku tersebut dibagi dalam empat elemen. Pertama posisi dan perjuangan alumni di pemerintah. Kemudian pengabdian di negara, masyarakat politik dan masyarakat sipil. Dari 64 orang penulis, ada dua alumni yang menjadi bupati. Di ladang negara, alumni menjadi ASN di beberapa kementerian sampai level desa. Pengabdian di masyarakat politik, sebagian alumni menjadi anggota dewan, pengurus partai politik. Sedangkan di masyarakat sipil, mereka berkarya di berbagai macam profesi dan pekerjaan.

Desa kuat kota maju

Bupati Tapanuli Utara Nikson Nababan mengatakan, masyarakat sekarang ini perlu pelayanan yang cepat dan tepat. Dari kampus dia makin paham betapa pentingnya Indonesia dibangun dari desa. Bila desa kuat kota maju maka Indonesia akan bergetar dan hal itu menjadi tekad dia dalam membangun wilayahnya. 

“Saya tidak cengeng menghadapi masalah. Hal itu saya dapatkan ketika kuliah. Justru karena tidak berasal dari keluarga yang punya kemewahan harta dan menjalani hidup apa adanya membuat kita punya arah dan tujuan jelas ke depan.

Saya berharap, kampus STPMD ‘APMD’ tetap konsisten dan fokus mengembangkan kurikulum kedesaan, pengetahuan topografi, bahasa Mandarin dan Inggris harus diperkuat, serta terutama teknologi informasi yang berkontribusi pada kemajuan Indonesia,” kata alumni Prodi Ilmu Komunikasi ini.

Alumni Prodi Ilmu Sosiatri PMD Yudi Ismono yang kini berkarya di Pemda DIY mengatakan, STPMD APMD Yogyakarta harus berkembang dan mengembangkan diri sesuai dengan dinamika perkembangan dan perubahan zaman. Dia antara lain menyarankan agar kampus terus menjalin komunikasi dan silaturahmi antaralumni. (mar)