News  

DLH Sleman, JPSM Sehati, dan BS Pelita Jati Gelar Pelatihan Pengelolaan Sampah Organik

Pengurus Bank Sampah 'Pelita Jati' RW 42 dan beberapa peserta pelatihan foto bersama dengan nara sumber. (Nuning Harginingsih/ bernasnews)

bernasnews – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sleman, JPSM Sehati bekerja sama dengan Bank Sampah ‘Pelita Jati’ RW 42 Jatimas, Jatisawit, Balecatur, Kapanewon Gamping, Sleman menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Pengeloaan Sampah Organik, bertempat di balai  RW 42, Kamis (10/11/2022).

Kegiatan dihadiri oleh nasabah Bank Sampah (BS) ‘Pelita Jati’, puluhan warga RW 42 dan sekitarnya. Juga tampak hadir Staf DLH Sleman, Lurah Balecatur Andri Septiyanto, Kepala Dukuh Jatisawit Sariyo. Sebagai nara sumber Haryadi dari JPSM Sehati Sleman.

Dalam sambutannya, Lurah Balecatur Andri Septiyanto menyampaikan, bahwa pelatihan ini sangat penting sebagai solusi untuk sampah yang dihasilkan oleh masyarakat dan dapat dimanfaatkan sebagai  sesuatu yang berguna. Ia juga berharap agar masyarakat bisa menerapkan ilmu yang didapat selama pelatihan. 

Lurah Balecatur Andri Septiyanto (Tengah) saat menyampaikan pidato sambutan. (Nuning Harginingsih/ bernasnews)

“Saya berharap masyarakat bisa menerapkan ilmu yang didapat dari pelatihan, yang juga untuk menciptakan lingkungan bersih dan sehat di wilayah kita dengan mengelola sampah dengan baik dan benar,” lanjut Andri.

Hal serupa juga disampaikan oleh Yusuf dari DLH Sleman dalam sambutannya. Ia mengajak kepada peserta pelatihan dan masyarakat secara umum agar mau memilih dan memilah sampah dari rumah sekaligus mengelolanya. Menurut Yusuf, hal tersebut dimaksudkan akibat TPA Piyungan untuk pembuangan sampah sudah penuh.

“Sekarang hasil sampah kita dibuang di zona transisi. Untuk mangantisipasi hal tersebut Pemerintah Kabupaten Sleman akan membuka TPS di Sleman Timur, di Kalasan, dan Sleman Barat, di daerah Minggir,” jelas dia.

Sementara Haryadi dari Jejaring Pengelola Sampah Mandiri (JPSM) ‘Sehati’ Sleman selaku nara sumber memaparkan cara pembuatan inokulen cair yang berguna untuk pupuk tanaman, dengan bahan dasar diantaranya dari berbagai buah, sari tebu, tempe ataupun tape yang cukup dicampur dengan gula pasir, dan air.

Haryadi dari JPSM Sehati Kabupaten Sleman selaku narasumber saat memaparkan cara membuat kompos dari limbah rumah tangga. (Nuning Harginingsih/ bernasnews)

Selain itu, Haryadi juga menyampaikan berbagai model cara pembuatan kompos yang berasal dari limbah rumah tangga, pembuatan model  lubang tanah (bagi yang memiliki lahan atau pekarangan yang luas), lubang biopori (di area lahan terbatas), lubang biopot (di area lahan terbatas), dan komposer (di laha yang sempit).

Juga pembuatan bak kompos komunal dengan memanfaatkan area kosong untuk melakukan  pengomposan secara kelompok/Bersama. Model Open Windrow, membuat kompos dengan model membuat gundukan di atas tanah atau lantai. “Kalau yang model terakhir ini untuk usaha kompos skala besar, serta Model Komposer Elektronik, yaitu pembuatan kompos secara elektronik yang waktunya lebih cepat,”terang Haryadi.

Dalam sesi penutupan pelatihan pengelolaan sampah organik, pihaknya  mengajak para peserta untuk mempraktekkan teori yang telah disampaikan, dengan harapan dari pelatihan ini bisa berkelanjutan dan dipraktekkan oleh peserta pelatihan dengan demikian bisa juga untuk menambah income rumah tangga. (nun/ ted)