News  

Forkom PPBN Adakan Pentas Seni dan Dialog Budaya Nusantara

Para ketua komunitas perempuan di Yogyakarta saat deklarasi pembentukan Forum Komunikasi (Forkom) Perempuan Pelestari Budaya Nusantara (PPBN) yang diketuai Diyah Yuliati, SE. Forkom PPBN akan peringati HUT 1 pada Senin (14/11/2022). Foto: Humas PPBN

bernasnews – Guna memeriahkan HUT ke 1 Forum Komunikasi Perempuan Pelestari Budaya Nusantara (Forkom PPBN), panitia akan mengadakan Pentas Seni dan Dialog Budaya Nusantara, bertempat di Pendopo Hotel Royal Ambarrukmo, Jalan Laksda Adisucipto,  Yogyakarta, Senin (14/11/2022), pukul 16:00 – 21:00 WIB.

“Acara ini  juga bertujuan  untuk  membangun  rasa nasionalisme,    menjalin  ajang silaturahmi antaranggota dari unsur Forkom PPBN. Forum ini terdiri dari beberapa Komunitas Perempuan yang mempunyai  tujuan  sama  yakni  ingin  nguri-uri budaya Nusantara agar tidak tergerus oleh budaya asing. Selain itu, kami ingin supaya genereasi muda atau milenial lebih mengenal dan mencintai budaya dari negeri sendiri,” kata Ketua Komunitas Pecinta Budaya dan Busana Nusantara Tutik Purwati kepada bernasnews, Rabu (9/11/2022).

Pengisi  acara  perhelatan  tersebut  adalah Komunitas  Perempuan Peduli Budaya Nusantara yang di Yogyakarta diantaranya, Komunitas Pecinta Budaya dan Busana Nusantara (PBBN), Pawon Jogan Yogyakarta, Perempuan Berkebaya Yogyakarta, Komunitas Kain Kebaya Indonesia (KKI), Pecinta Sanggul Nusantara (PSN), Gendis Manis Jogyakara, dan beberapa yang lain.

Acara talk show atau dialog budaya Nusantara akan diberikan  oleh Seniman/ Budayawan   Ir.   KPH.   Bagas   Pujilaksono   Widyakanigara, M.Sc.Lic. Eng.Ph.D.

Menurut Tutik, peserta agenda ini terdiri dari para anggota komunitas di Yogyakarta, tamu undangan dari dinas terkait, para sponsor. Sebagai tamu kehormatan diharapkan hadir GKR Mangkubumi.

“Pendanaan dari kegiatan tersebut memakai asas mandiri, dari kita untuk kita. Tema yang diusung pada HUT 1 Forkom PPBN adalah Lestarikan  Budaya  Nusantara  untuk    Mewujudkan Masyarakat Indonesia yang Berbudaya dan Bermarabat,” kata Tutik Purwati. (mar)