PGRI Sleman Buat Buku untuk HUT ke-77 PGRI dan Kado HGN 2022

Narsum Warjianto Panca Wasono, M.Hum saat tanya jawab workshop menulis PGRI Kabupaten Sleman, Kamis (3/11). Foto : Y.B. Margantoro/bernasnews

bernasnews – Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman Drs. Ery Widaryana, MM memberikan apresiasi dan mendukung Pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang berencana menerbitkan buku untuk kado Hari Ulang Tahun (HUT) ke-77 PGRI dan Hari Guru Nasional (HGN) 2022. Dia berharap, para guru yang terpilih ikut workshop “Guru Menulis Jadi Buku” agar bersungguh-sungguh dalam berproses untuk itu.
Hal itu dikemukakan oleh Ketua PGRI Kabupaten Sleman Mujiyanta, M.Pd. dan Bendahara Nurhayati pada pembukaan dan sesi Rencana Tindak Lanjut (RTL) workshop “Guru Menulis Jadi Buku” di Sekretariat PGRI Kabupaten Sleman, Pangukan, Tridadi, Sleman, Kamis (3/11/2022).

“Selama ini, para guru berdedikasi tinggi mendidik para siswa, namun secara pribadi kadang lupa memikirkan nasibnya sendiri dalam kenaikan pangkat. Aneka problem tentang hal ini banyak, antara lain terganjal pembuatan karya tulis ilmiah. Pengurus PGRI Kabupaten Sleman terpanggil untuk memberikan layanan peningkatan kapasitas guru. Salah satu kegiatan untuk itu, adalah adanya workshop ini,” kata Mujiyanta.

Tampil sebagai narasumber kegiatan yang berlangsung dua kali pertemuan (3 dan 10/11) dan tugas mandiri ini, Warjianto Panca Wasono, M.Hum dari Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman dan praktisi literasi Y.B. Margantoro. Mereka menyajikan materi “8 Cara Menumbuhkan Minat Menulis” dan “Menulis Itu Gampang”.
Hadir pula beberapa pengurus PGRI yakni Nurhayati, Sugianta, Erna Yuli A, Umiasih, Nur Suharyanta.

Narasumber, Pengurus PGRI Kabupaten Sleman dan peserta workshop “Guru Menulis Jadi Buku” foto bersama di kantor Sekretariat PGRI Kabupaten Sleman, Pangukan, Tridadi, Sleman, Kamis (3/11/2022). Foto : Humas PGRI Kabupaten Sleman

Kegiatan menarik di sekolah
Pada sesi dialog dengan narasumber, kepada 18 orang peserta workshop diajak untuk menceritakan pengalaman menarik sebagai guru dan kegiatan bermakna di sekolah mereka.

Guru SMP Negeri 2 Pakem Veto Adywinata, S.Pd.Si. mengemukakan, sekolahnya secara geografis terletak di kaki Gunung Merapi dan dekat dengan Taman Nasional Gunung Merapi. Sekolah ini terus berupaya menanamkan karakter siswa yang akan cinta lingkungan pada sekolah, Salah satu bentuk penanaman karakternya adalah semua warga sekolah bertanggung jawab terhadap kebersihan, kerindangan dan keindahan lingkungan sekolah.

“Setiap pagi hari, kami selalu melaksanakan budaya peduli lingkungan dengan membersihkan lingkungan sekolah. Dampak dari keindahan penghijauan lingkungan di sekitar sekolah, sering kita temui hewan-hewan yang berasal dari lereng Gunung Merapi turun untuk mencari pangan. Salah satu contohnya adalah monyet. Ketika sumber daya pangan di hutan Gunung Merapi habis, mereka berlarian menuju belakang sekolah. Kebetulan di sana terdapat buah-buahan seperti pisang, dan lain-lain,” kata wakil peserta PGRI Cabang Pakem itu.

Guru SD Negeri Sidomulyo, Sleman Nur Naela Sari mengisahkan, sekolahnya mempunyai program pembiasaan rutin untuk menanamkan pendidikan karakter secara terjadwal. Dimulai dengan upacara rutin setiap hari Senin dan dilanjutkan pembiasaan literasi, sarapan pagi, TBTQ atau doa harian serta Jumat sehat.
“Semua kegiatan tersebut diupayakan dalam rangka membentuk karakter anak yang bertaqwa dalam iman dan unggul dalam prestasi sesuai dengan visi sekolah. Tak hanya itu saja, Sekolah kami juga mempunyai program Sabtu ceria sebagai puncak pekan yang digunakan untuk ajang aktualisasi diri anak-anak.

Kegiatan Sabtu ceria ini sangat beragam bentuknya mulai dari market day, pameran hasil karya, parent teaching, ataupun berupa unjuk kerja. Setiap kegiatan disusun dan disesuaikan dengan tema pembelajaran yang telah dipelajari dalam satu pekan tersebut,” kata wakil peserta PGRI Cabang Sleman ini. (mar)