SD N Sagan Peringati Sumpah Pemuda dan Adakan Diklat Literasi

Kepala SD Negeri Sagan Yogyakarta Anastasia Linna Wijayanti, S.Pd. memberikan pembekalan pada acara diklat literasi ‘Sumpah Pemuda’ bagi para siswa di sekolah setempat, Jumat (28/10/2022). Foto : Y.B.Margantoro/bernasnews.

bernasnews – Warga sekolah khususnya para siswa dan guru agar semakin mencintai bahasa dengan bertutur secara benar dan baik, lisan maupun tulisan. Mencintai bahasa melalui literasi sekolah sekaligus turut serta menjaga persatuan dan kesatuan Indonesia.

“Melalui peringatan Sumpah Pemuda, kita turut melestarikan semangat mengaku bertumpah darah satu, tanah air Indonesia. Mengaku berbangsa satu, bangsa Indonesia. Serta menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indoesia.

Berkenaan peringatan Sumpah Pemuda tahun 2022, kita melaksanakan upacara bendera dengan khidmat. Kini kita belajar bersama literasi sekolah, antara lain belajar bahasa Indonesia secara tertulis. Ini semua demi kemajuan pendidikan secara umum, dan peningkatan kualitas pribadi kita masing-masing,” kata Kepala Sekolah Dasar Negeri Sagan Yogyakarta Anastasia  Linna Wijayanti, S.Pd. ketika membuka pelatihan literasi sekolah bagi para siswa di sekolah setempat, Jalan Kartini, Sagan, Gondokusuman, Yogyakarta, Jumat (28/10/2022).

Sebelum acara diklat literasi, warga sekolah ini melaksanakan upacara bendera peringatan hari Sumpah Pemuda. Para peserta berpakaian tradisional.

Para guru yang mendampingi 32 siswa, dari kelas 1 sampai kelas 6, adalah Muryani, S.Pd.SD., Agnes Prabandari, S.Pd., Vinalia Gusti Shelawati, S.Pd., Suradi, S.Pd.SD., Eny Yuniarti, S.Pd., Yuliana Watini, S.Pd.SD., Dalinem, S.Ag., dan Ngadiono, S.Pd.                            

Pada pelatihan literasi ini, selain diajarkan dasar-dasar penulisan, siswa juga diajak untuk memperkuat iman dan taqwa (imtaq), menekuni membaca, menulis dan berhitung (calistung), serta memiliki rasa peduli kepada sesama.

“Tiga hal itu penting bagi pengembangan diri anak-anak selama sekolah dan kelak dalam kehidupan di masyarakat luas,” kata pemateri literasi Y.B. Margantoro. 

Cita-cita terbanyak pemain bola

Kepada para siswa ditanyakan hobi dan cita-cita Dari sisi hobi, para siswa SD Negeri Sagan Yogyakarta dominan suka main bola, disusul renang, nyanyi, dakon, kasti, memasak, menulis, dan membaca. Kemudian badminton, menggambar, main sepeda, sholat, olahraga, balapan, mancing, layangan, sampai bermain.

Sedangkan untuk cita-cita, pilihan terbanyak adalah pemain bola, dokter umum, tentara dan polisi. Pilihan selanjutnya dokter hewan, dokter saraf,  koki, chef, gembala (umat), pramugrari, guru, dan pembalap.

Siswi kelas 5 Febri Khairina Uswatun Khasanah merasa studi di sekolah ini karena temannya asyik-asyik, gurunya baik-baik dan peduli kepada siswa. Dari para guru, siswa mendapat ilmu dan keterampilan yang bermanfaat.

“Saya suka sekolah di sini, nyaman rasanya. Saya suka pelajaran matematika. Maka saya merasa senang ketika ibu guru mengajari kami matematika. Sesungguhnya yang menyebabkan ilmu hilang karena kita tidak mengulang lagi dalam belajar di rumah dan akhirnya lupa,” kata Febri yang suka membaca dan bercita-cita menjadi dokter saraf ini. (mar)