bernasnews – Menjadi petani merupakan sesuatu hal yang terkadang dipandang sebelah mata. Pasalnya, para petani biasanya masih menggunakan alat-alat yang sederhana. Namun, kini dengan adanya kemajuan teknologi, pekerjaan petani dapat lebih ringan.
Berbagai karya dan inovasi dari generasi muda mampu membuat perubahan bagi para petani. Bahkan petani dapat menjadi seorang pengusaha. Hingga tahun 2024, Kementerian Pertanian (Kementan) menargetkan 2,5 juta petani milenial dapat membuka lapangan pekerjaan bagi pemuda yang ada di desa.
Sebanyak 777 petani milenial resmi dikukuhkan Oleh Kementerian Pertanian dan Pemkab Sleman. Hal ini menjadi tindak lanjut dari adanya perubahan teknologi yang kini semakin berkembang.
Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo mengatakan bahwa hal ini merupakan salah satu langkah besar dalam melakukan perubahan. Apalagi seperti yang kita ketahui bersama bahwa kondisi pasokan pangan dunia dalam situasi yang tidak dapat dipastikan.
“Menghadapi kondisi yang dinamis dengan ketidakpastian harga dan pasokan pangan dunia, dibutuhkan kemauan yang kuat dengan tidak hanya mengandalkan anggaran. Dalam hal ini perlu diterapkan mindsetting agenda dan agenda intellectual,” papar Mentan SYL, dalam keterangan, Selasa (25/10/2022).
Direktur Polbangtan Yogyakarta Magelang (YoMa), Bambang Sudarmanto mengatakan bahwa petani milenial harus dibekali dengan berbagai ilmu. Dari ilmu manajerial hingga intelektual. Hal ini dilakukan agar para petani dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas dari hasil pertanian.
“Kepala BPPSDMP, Prof Dedi Nursyamsi berulang kali mengatakan bahwa petani millenial harus dibekali kemampuan manajerial, agenda intelektual, dalam rangka terus meningkatkan kapasitas, dan meningkatkan kolaborasi, tentu regenerasi petani menjadi suatu keniscayaan yang turut berkontribusi untuk kemajuan pertanian Indonesia,” jelas Bambang.
Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo mengungkapkan bahwa hal ini selaras dengan visi misi yang ada di Pemkab Sleman. Harapannya dengan adanya program ini, perekonomian mengalami peningkatan.
“Kabupaten Sleman langsung melaksanakan tugas ini (penumbuhan petani milenial), karena program inipun selaras dengan visi misi kami yaitu menjadikan petani eksis dan menjadikan pertanian dapat meningkatkan ekonomi, ” katanya.












