Dengan Tetap Aktif, Lansia pun dapat Hidup Sehat, Bugar dan Bahagia

Narasumber dr. Asdi Yudiono saat memberikan edukasi kesehatan di depan Ibu-Ibu Paroki di Gereja Katolik Santo Paulus, Pringgolayan, Jalan Pringgolayan No 8, Plumbon, Banguntapan, Bantul, Yogyakarta, Rabu (19/10/2022) malam. (Foto : Y.B. Margantoro/bernasnews)

bernasnews – Banyak orang yang berpikir bahwa jika orang-orang yang sudah lanjut usia atau lansia cenderung rentan terkena beberapa penyakit tertentu seperti diabetes, penyakit jantung, demensia, osteoporosis dan sebagainya.

“Padahal sebenarnya siapa saja, termasuk orang yang sudah lansia, dapat tetap hidup dengan kondisi sehat, bugar, tidak berpenyakit, dan bahagia. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia melalui Gerakan Masyarakat Sehat atau GERMAS pun menyarankan para lansia untuk menerapkan beberapa hal agar tetap sehar bugar.

Beberapa hal itu adalah tetap aktif, makan makanan yang sehat, istirahat yang cukup, rutin mengecek kesehatan dan minum obat, serta menghindari stress,” kata praktisi kesehatan dr. Asdi Yudiono dalam ceramah kesehatan lansia di depan Ibu-Ibu Paroki Gereja Katolik Santo Paulus Pringgolayan, Banguntapan, Bantul, Yogyakarta, Rabu (19/10/2022) malam.

Dalam dialog, peserta bertanya seputar jeda makan dan tidur malam, makna haid lebih awal dan lebih lama bagi wanita lansia, sampai mandi di malam hari apakah sehat? Dengan santai dan dipenuhi humor, narasumber Penanggungjawab Klinik Intan Yogyakarta ini menjawab secara medis dan pengalaman perjumpaan dengan para pasiennya.  

Ibu-ibu Paroki Gereja Katolik Santo Paulus Pringgolayan, Bantul, Yogyakarta bersama narasumber dr. Asdi Yudiono, Rabu (19/10/2022). Foto: Y.B. Margantoro/bernasnews

Menurut Asdi, memang akan ada beberapa perubahan fisik, psikologis, sosial, dan seksual pada lansia. Namun hal itu tidak akan mengurangi rasa bahagia lansia kalau memiliki sikap bersyukur dan tetap berusaha hidup sehat.

Perubahan-perubahan itu mengenai sistem pernafasan, sistem persyarafan, sistem penglihatan, sistem pendengaran, sistem cardiovaskuler, sistem genito urinaria, sistem endoktrin, sistem pencernaan, sistem musculoskeletal, sistem kulit, dan sistem reproduksi.

Kemudian secara psikologis ingatannya menurun, kecemasan, mudah tersinggung, dan stress; serta unsur sosial dan seksual yang juga menurun.

Sesuai arahan Hari Lanjut Usia Internasional  tanggal 1 Oktober, dr. Asdi Yudiono mengajak ibu-ibu untuk memiliki masa tua yang “BAHAGIA”.Hal ini bermakna : Berat badan berlebihan dihindari; Aturlah makan dengan gizi seimbang; Hindari faktor-faktor risiko penyakit tidak menular; Agar terus berguna lakukan kegiatan atau hobi yang bermanfaat sesuai kemampuan; Gerak badan teratur wajib terus dilakukan; Iman dan takwa ditingkatkan serta Kelola sress; Awasi tubuh dengan melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin. (mar)