SD N Sagan Yogyakarta Berkomitmen Ciptakan Pendidikan yang Literat

Kepala SD Negeri Sagan Yogyakarta Anastasia Linna Wijayanti, S.Pd. (nomor empat dari kiri) didampingi staf guru saat menerima kunjungan Pemimpin Redaksi bernasnews di sekolah setempat, Jalan Kartini Nomor 11, Terban, Gondokusuman, Yogyakarta. (Foto: Humas SD Negeri Sagan Yogyakarta)

bernasnews – Warga Sekolah  Dasar Negeri Sagan Yogyakarta berkomitmen menciptakan pendidikan yang literat. Untuk itu, hal-hal yang berhubungan dengan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) diusahakan berjalan dengan baik.

“Ya harapan kami, para guru dan terutama para siswa dapat memahami, mempelajari dan melaksanakan literasi dengan baik. Ini bukan hanya untuk saat belajar formal, namun juga untuk kehidupan lebih baik di masa depan,” kata Kepala SD Negeri Sagan Yogyakarta Anastasia Linna Wijayanti, S.Pd. kepada bernasnews di kantornya, Jalan Kartini Nomor 11, Terban, Gondokusuman, Yogyakarta, Rabu (19/10/2022).

Menurut Linna, literasi baca dan tulis adalah pengetahuan dan kecakapan untuk membaca, menulis, mencari, menelusuri, mengolah dan memahami informasi untuk menganalisis, menanggapi dan menggunakan teks tertulis untuk mencapai tujuan.

“Gerakan literasi sekolah dalam konteks GLS adalah kemampuan mengakses, memahami, dan menggunakan sesuatu secara cerdas melalui berbagai aktivitas, antara lain membaca, melihat, menyimak, menulis, dan atau berbicara. GLS merupakan sebuah upaya yang dilakukan secara menyeluruh untuk menjadikan sekolah sebagai organisasi pembelajaran yang warganya literat sepanjang hayat melalui pelibatan publik,” kata pendidik senior ini.

Tim guru SD Negeri Sagan diharapkan dapat menjadi motor penggerak GLS. Mereka adalah Muryani, S.Pd.SD (guru kelas 1), Agnes Prabandari, S.Pd. (guru kelas 2), Vinalia Gusti Shelawati, S.Pd. (guru kelas 3), Suradi, S.Pd. SD (guru kelas 4), Eny Yuniarti, S.Pd. (guru kelas 5), Yuliana Watini, S.Pd. SD (guru kelas 6), Ngadino, S.Pd. (guru PJOK), Dalinem, S.Ag. (guru PAI). Pegawai pun diharapkan ikut mendukung pelaksanaan GLS. Mereka adalah Ika Puspita Sari, S.Sos. (pengadministrasi keuangan), Erza Safriana Solekhah (pengadministrasi umum), dan Ngadiya (penjaga sekolah).

Tumbuhkembangkan budi pekerti

Linna menekankan pentingnya GLS karena memiliki tujuan yang sangat baik bagi warga sekolah khususnya siswa didik. Yakni untuk menumbuhkembangkan budi pekerti peserta didik melalui pembudayaan ekosistem literasi sekolah yang diwujudkan dalam GLS agar mereka menjadi pembelajar sepanjang hayat.

Melalui kegiatan literasi sekolah, diharapkan dapat meningkatkan kapasitas warga dan lingkungan sekolah agar literat; menjadikan sekolah sebagai taman belajar yang menyenangkan dan ramah anak agar warga sekolah mampu mengelola pengetahuan; menjaga keberlanjutan pembelajaran dengan menghadirkan beragam buku bacaan dan mewadahi berbagai strategi membaca melalui perpustakaan sekolah, sudut baca kelas, area baca, unit kesehatan sekolah (UKS), kantor, taman sekolah, tempat bermain, sehingga sekolah benar-benar menjadi tempat yang nyaman dan menyenangkan.

“Untuk itu, saya selaku kepala sekolah berharap agar anak-anak yang sekolah di SD Negeri Sagan akan menciptakan ekosistem pendidikan yang literat. Ekosistem pendidikan yang literat adalah lingkungan yang menyenangkan dan ramah peserta didik, sehingga menumbuhkan semangat warganya dalam belajar.

Semua warganya menunjukkan empati, peduli, dan menghargai sesama; menumbuhkan semangat ingin tahu dan cinta pengetahuan; memampukan warganya cakap berkomunikasi dan dapat berkontribusi kepada lingkungan sosialnya; dan mengakomodasi partisipasi seluruh warga sekolah dan lingkungan eksternal sekolah,” kata Anastasia Linna Wijayanti, SPd. (mar)