Niken, Duta Bahasa DIY Kembangkan Aplikasi Kebahasaan

Duta Bahasa DIY Niken dan Bryan mengapit Kepala Balai Bahasa Provinsi DIY Dra. Dwi Pratiwi, M.Pd. (Foto: Humas Balai Bahasa DIY)

bernasnews — Dyah Niken Rahmawati atau akrab disapa Niken, merupakan mahasiswi Jurusan Hubungan Internasional di Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta. Lahir pada tanggal 31 Oktober 2000, dia memiliki kegemaran membaca buku dan ketertarikan dalam bidang pendidikan. Dia  mendirikan sebuah platfrom yang bernama Arah Rencana untuk mendorong teman-teman yang lulus Sekolah Menengah Atas/ Sederajat melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi.

Saat ini, Niken menjabat Duta Bahasa Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sebagai garda terdepan dalam mengajak masyarakat untuk mengimplementasikan trigatra bangun bahasa. Ia juga memiliki beberapa pengalaman pelatihan kepemimpinan, seperti perwakilan DIY dalam Kawah Kepemimpinan Pelajar Nasional tahun 2018, peserta program Sahabat Percepatan Peningkatan Kepemimpinan Mahasiswa UGM, penerima beasiswa Rumah Kepemimpinan, dan penerima beasiswa Youth Leader Indonesia.

Niken sangat antusias dan bermotivasi tinggi dengan kemampuan wicara publik, kepemimpinan, dan senang belajar hal baru. Berpengalaman dalam berbagai organisasi internal maupun eksternal kampus serta beberapa kegiatan sosial lain mengasah kemampuan dirinya dalam berinteraksi dengan orang lain, bekerja sama dalam tim, serta melakukan manajemen konflik.

Berbagai pengalaman dan prestasi yang pernah didapatkan, membuat dirinya dipercayai sebagai narasumber dalam beberapa kegiatan, seperti Manajemen Organisasi oleh Himpunan Mahasiswa Bimbingan Konseling UNY, Gali Potensi Diri oleh OSIS SMA N 1 Wonosari, Penjenamaan Pribadi melalui Wicara Publik oleh BEM Geografi UGM, Pelatihan Kepenulisan Esai oleh Koperasi KOPMA UGM, dan sebagain

Terus semangat belajar

Sebagai seorang pemelajar, Niken sadar bahwa dia masih harus terus belajar hal-hal baru yang tidak hanya didapatkan melalui pendidikan formal tetapi juga nonformal. Pada bulan Juni 2022, ia memutuskan untuk mendaftar pada pemilihan Duta Bahasa DIY. Motiviasi dia untuk terus belajar, mendorongnya untuk mengikuti ajang pemilihan ini. Melalui kegiatan Duta Bahasa DIY  ia belajar banyak hal tentang kebahasaan dan sastra. Bersama dengan teman-teman di Ikatan Duta Bahasa (Ikadubas) DIY, pengetahuan dan informasi yang didapatkan berusaha untuk diimplementasikan kepada masyarakat agar semakin berdampak luas.

Pada tanggal 1 Juli 2022, saat malam penganugerahan Duta Bahasa DIY, Niken dinobatkan sebagai Pemenang 1 Duta Bahasa Putri DIY serta peraih Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) tertinggi dengan predikat istimewa.  Dengan demikian, dia dan pemenang 1 putra (Bryan) berhak mewakili DIY dalam ajang pemilihan duta bahasa tingkat nasional yang diselenggarakan pada 23-27 Oktober 2022 di Hotel Mercure Batavia, Jakarta. Berbagai persiapan dilakukan untuk mengikuti ajang tersebut, salah satunya adalah krida kebahasaan yang akan dipresentasikan di Jakarta.

Duta Bahasa DIY melaksanakan krida kebahasaan dalam bentuk aplikasi kebahasaan yang bernama Bejaji. Secara bersama-sama, Niken dan Ikadubas DIY melakukan sosialisasi kebahasaan melalui aplikasi Bejaji ke berbagai lapisan masyarakat, mulai dari pelajar  dan mahasiswa, pegiat wisata, wisatawan domestik dan mancanegara yang datang di DIY, hingga pemelajar Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA).

Harapannya, pengetahuan dan informasi yang didapatkan selama menjadi bagian dari Duta Bahasa tidak hanya berhenti pada dirinya tetapi juga dapat dirsakan oleh masyarakat.

Kepala Balai Bahasa Provinsi DIY Dra. Dwi Pratiwi, MPd. berharap, Duta Bahasa DIY dapat menampilkan yang terbaik, tampil maksimal di Jakarta. Sekembalinya dari ajang pemilihan Duta Bahasa Tingkat Nasional, mereka tetap menjadi teladan dalam pemartabatan Bahasa Indonesia, pionir dalam pelestari bahasa daerah dan juga mampu menjadi contoh dalam penggunaan atau penempatan bahasa asing di berbagai forum.  (Dyah Niken Rahmawati, Mahasiswa Jurusan Hubungan Internasional UGM, Duta Bahasa DIY sebagaimana dituturkan kepada bernasnews)