bernasnews – Menimba ilmu tidak harus di sekolahan ataupun kampus namun bisa dilakukan di mana saja dan kepada siapa saja tidak harus kepada guru ataupun dosen yang punya segudang ilmu. Seperti yang dilakukan oleh puluhan mahasiswa Pogram Pendidikan (Prodi) Public Relation ASMI Santa Maria Yogyakarta, yang mengikuti perkuliahan bertajuk ‘Kuliah Senja’, bertempat di Angkringan Paman Doblang, Jalan Kabupaten, Jambon, Sleman, Kamis (13/10/2022).
Kuliah yang digelar secara unik, duduk lesehan, dan bisa menghilangkan sekat antara pendidik dan anak didik tersebut mengupas tentang Persahabat (Relationship) untuk Menambah Jejaring dan Sinergitas. Menghadirkan nara sumber praktisi yaitu, Kepala SD E Mangunan GO Septiana Indri Bintarti, Executive Director Asia Tour Jogja Y. Herliyanto, dan Pak Cemung, seorang abdidalem Kraton Yogyakarta.
“Kegiatan perkuliahan semacam ini atas krativitas dosen, bertujuan mendekatkan mahasiswa dengan dunia kerja yang semakin kompleks dan memperoleh bekal dari para nara sumber yang juga praktisi,” terang Drs Z. Bambang Darmadi, MM selaku Dosen Pengampu, di sela kegiatan.
Lebih lanjut Bambang Darmadi menjelaskan, bahwa metoda perkuliahan semacam itu telah dilakukan sejak tahun 1991. “Perkuliahan bisa dengan judul kuliah lapangan, kuliah sambil jalan atau berwisata, kuliah di emperan sambil jualan, dan sebagainya,” kata dia.
“Nara sumbernya pun bisa bermacam-macam profesi agar mahasiswa ketika kelak bekerja sudah tidak canggung lagi untuk berinteraksi dengan segala lapisan masyarakat,” lanjut Z. Bambang Darmadi, dosen yang juga penulis puluhan buku bisnis itu.
Sesi pertama perkuliahan diisi dengan mengevaluasi tugas-tugas mahasiswa terkait ke-mass media-an antara lain, cara menulis rilis yang baik dan benar, pengambilan foto untuk pemberitaan/ rilis di media, serta menjalin hubungan baik dengan media apabila bekerja menjadi seorang public relations di perusahaan apa pun.
Sementara Kepala SD E Mangunan GO Septiana Indri Bintarti mengungkapkan, bahwa nilai-nilai persahabatan itu luar biasa dan dalam persahabat itu jangan ada rasa takut untuk saling mencoba (positif) sebab persahabatan itu saling mendukung.
“Rasa takut bakal menghalangi cita-cita, kalau takut melangkah semua akan terjebak pada rasa takut itu sendiri dan tidak akan ke mana-mana. Jadikan rasa takut itu sebagai sebuah tantangan untuk bangkit,” ujar Indri.
Dikatakan, bahwa dalam belajar yang penting pede (percaya diri) dulu tidak ada yang salah atau benar namun semua itu bisa jadi pelajaran buat kita. “Orang-orang sukses adalah orang-orang yang bisa mengalahkan rasa takut pasalnya dalam hidup itu ada selalu ada risiko. Jadi kita harus berupaya berpikir literal thinking dimana selalu berpikir cari solusi,” terang Indri.
Dalam kesempatan itu, Kepala Sekolah yang humbel itu juga menyampaikan berbagai pengalaman ketika mengawali dan membangun SD E Mangunan GO sehingga menjadi sekolah SD yang kekinian dan berpeda dengan sekolah-sekolah SD lainnya. Setiap sekolah tentu ada pendidikan karakter.
“Namun untuk SD E Mangunan GO kita mencoba pendidikan nila karakter anak yang eksploratif, kreatif, dan integral (EKI). Eksploratif adalah di mana anak untuk bereksplorasi melihat lingkungan sekitar dan menggali kepekaan anak untuk dapat berkreasi. Akademik beriringan dengan kebahagiaan anak didik, beber Indri.
Sementara itu Executive Director Asia Tour Jogja Y. Herliyanto yang juga alumni dari ASMI Santa Maria Yogyakarta dari Prodi Manajemen mengungkapkan, ketakutan yang diubah dengan kesenangan yang akhirnya untuk membentuk jaringan. “Kesuksesan itu juga bisa ditujang dari hobi, dari hobi bermain musik akhirnya bisa dekat dengan dosen-dosen ‘killer’ yang senang bernyanyi,” kata dia.
Dalam proses membangun usaha, Herliyanto menjelaskan, bahwa Asia Tour Jogja dibangun melalui proses yang cukup panjang walaupun belum bisa dibandingkan dengan perusahan-perusahaan serupa yang besar dan bermodal besar. Membangun usaha yang utama dan penting adalah kejujuran.
“Lantas untuk implementasi ada 3 M yaitu M yang pertama mulut harus bisa berbicara baik dan beretika. M ke dua, mau mencoba untuk berusaha, dan M yang ketiga adalah memohon kepada Tuhan,” tandas pengusaha muda, yang mengawali usahanya dari hobi jalan-jalan dan musik itu.
Hal senada dengan nara sumber sebelumnya juga disampaikan oleh Pak Cemung, bahwa keberanian itu adalah modal utama untuk meraih kesuksesan apalagi dalam usia muda. Berani untuk memulai bikin usaha sendiri, tidak harus bekerja menjadi karyawan. Sudah banyak contoh itu.
“Bapak menjadi abdi dalem kraton ini setelah purna karya. Selain untuk mendalami budaya Jawa khususnya, juga untuk melatih emosional mencari kedamaian jiwa,” ujar mantan Konsultan PLN Jawa Tengah.
Keunikan lain dalam penyelenggaraan Kuliah Senja ini, juga diisi dengan hiburan musik dan bernyanyi bersama, pembagian doorprize kuiz, serta dalam mengawali untuk makan bersama dilakukan doa secara 3 agama, Islam, Katolik, dan Kristen, dengan disertai nyala lilin sebagai simbolisasi penerangan dan pencerahan. (ted)












