News  

BPBD Kota Yogyakarta Kukuhkan KTB Kampung Mangunnegaran

Pengurus dan Anggota KTB Kampung Mangunnegara foto bersama tamu usai acara pengukuhan, oleh BPBD Kota Yogyakarta, Minggu (9/10/2022). Foto: Istimewa.

bernasnews — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Yogyakarta menyelenggarakan kegiatan Simulasi Gempa dan Pengukuhan Kampung Tangguh Bencana (KTB) Mangunnegaran, bertempat di Jalan Sawojajar, Mangunnegaran, Kelurahan Panembahan, Kemantren Kraton, Yogyakarta, Minggu (9/10/2022).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Pelaksana BPBD Kota Yogyakarta, Mantri Pamong Praja Kemantren Kraton, Forumpimca Kraton (Danramil, Kapolsek, Puskesmas) dan Jajaran, Lurah Penembahan,LPMK Kelurahan, Ketua KTB se-Kelurahan Panembahan, unsur PMI dan TRC, serta segenap Pengurus Kampung Mangunnegaran dan tokoh masyarakat setempat.

Mantri Pamong Praja Kemantren Kraton Drs. Sumargandi, M.Si mengaprisiasi kegiatan simulasi gempa yang digelar oleh KTB Kampun Manggunnegaran. Menurut dia, kewaspadaan dan kesiagaan terkait bencana perlu disiapkan.  “Kondisi panik akan berbeda, seperti saat gempa tahun 2006 yang menimbulkan kepanikan yang luar biasa ditambah dengan adanya isu tsunami. Sehingga memparah keadaan,” ujar Sumargandi.

Pihaknya juga berharap, dengan telah terbentuknya KTB-KTB di Kelurahan Panembahan khususnya juga Kemantren Kraton bisa saling membantu dan bersinergitas antar KTB yang telah dibentuk. “Para anggota dan pengurus KTB diharapkan juga bisa membantu tidak hanya di kampung, namun bisa keluar Kota Jogja di mana terjadi bencana,” pungkas Sumargandi.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Yogyakarta Drs Nur Hidayat, MSi (Depan kiri), Kapolsek Kraton Kompol Sukamto, SH, dan Lurah Panembahan RM. Murti Buntoro, SH, MIP saat menyaksikan Simulasi Kebencanaan Gempa oleh warga Kampung Mangunnegaran, Minggu (9/10/2022). Foto: Istimewa.

Sementara Kepala Pelaksana BPBD Kota Yogyakarta Drs Nur Hidayat, MSi mengatakan, bahwa KTB Kampung Mangunnegaran merupakan KTB rintisan yang ke-145 se Kota Yogyakarta. KTB dibentuk untuk membangun manajemen pengurangi resiko bencana. Membangun ketahanan masyarakat, ketrampilan dalam kebencanaan.

“Bencana itu tidak hanya alam, bencana bisa disebabkan kegagalan teknologi, penyakit seperti pandemi Covid-19 juga ada bencana sosial. Semoga anggota dan pengurus KTB dapat melaksanakan tugas dengan baik,” kata dia.

Nur Hidayat juga berpesan, bahwa hal-hal yang berpotensi terkait bencana di kampung hendaknya dicatat termasuk juga golongan darah warga kampung. Upaya pencegahan itu merupakan effort. “Kita bekerja dan berjuang dalam kemanusiaan. Hidup itu memberi dan tetulung, sebab semua itu balasannya adalah membuat hidup kita akan selalu diselimuti kebahagiaan,” pungkasnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Lurah Panembahan RM. Murti Buntoro, SH, MIP, bahwa bencana di perkampungan wilayah Kelurahan Panembahan, serta wilayah Kemantren Kraton tidak hanya berupa bencana alam semata namun juga bisa bencana kebakaran maupun sosial.

“Wilayah Panembahan, khususnya Kampung Mangunnegara masih banyak pohon-pohon besar yang telah tua, gorong-gorong saluran air yang juga telah uzur bangunannya. Persoalan sampah juga perlu menjadikan perhatian KTB,” terang RM. Murti, kepada bernasnews, usai kegiatan. (ted)