News  

Panti Asuhan Putri Brayat Pinuji Boro Gelar Misa ‘Fransican Day’

Sr. M.Christera OSF selaku pimpinan Panti Asuhan Putri Brayat Pinuji Boro sedang menyampaikan pidato pengancatar Misa Ekaristi, Selasa (4/10/2022). Foto: Bambang Darmadi/ bernasnews.

bernasnews — Panti Asuhan Putri Brayat Pinuji Boro menggelar Misa Ekaristi Pesta St. Fransiskus Assisi, bertempat di Aula Panti setempat, Boro, Nanggulan, Kabupaten Kulon Progo, DIY, Selasa pagi (4/10/2022).

Misa Ekaristi dipimpin oleh RM. Romualdus Subyantara Putra Perdana, Pr dengan didukung oleh koor dari Bapak Ibu Guru KB, TK, SD Marsudirini, dan musik kulitang  yang dimainkan oleh anak-anak penghuni Panti Asuhan Putri Brayat Pinuji Boro.

Misa tersebut dihadiri para karyawan dan guru KB,TK,SD Marsudirini Boro,  para dokter, para medis, perawat dan karyawan Rumah Sakit St,Yusuf Boro, karyawan dan anak-anak panti asuhan Putri Brajat Pinuji Boro, serta karyawan Panti Wreda Boro, Br.FIC dan Br OFM.

Romo R. Subyantara  Putra Perdana, Pr saat menyampaikan homilinya dalam misa. (Bambang Darmadi/ bernasnews)

Dalam pengantarnya Sr. M.Christera OSF selaku pimpinan Panti Asuhan Putri Brayat Pinuji mengucapkan syukur, bahwa tahun 2022 ini di lingkungan karya OSF mengalami banyak hal, Menurut dia, banyak penyertaan Tuhan untuk karya-karya OSF. Misalnya, penataan pembangunan  yang lebih baik ada di Panti Wreda.

“Sedangkan di Panti Putri banyak kemudahan dari para donatur yang memperhatikan, lebih-lebih terimakasih atas kehadiran bapak ibu,Bruder, dan saudara  semua dalam hadir mengikuti Ekaristi sebagai ungkapan syukur yang melimpah,” tutur Sr. M.Christera OSF.

Sementara itu dalam homilinya Romo R. Subyantara  Putra Perdana, Pr berpesan, agar kita dapat merefleksi atas pelayanan yang dilakukan oleh Marta dan Maria. Menurut Romo, dua-duanya baik. Martha dengan semangat melayani namun Maria lebih mendengarkan Tuhan yang berbicara, baru melayani dengan baik dan benar.

“Oleh karena hal penting yang perlu kita pahami adalah memahami dulu supaya mengerti kehendak Tuhan. Seperti St. Fransiskus Asisi yang juga dengan beberapa pengalaman hidupnya  dengan selalu mendengarkan Tuhan secara baik untuk dapat melayani dengan baik dan benar, lebih-lebih mampu membangun tata hidup Gereja,” ungkap Romo R. Subyantara.

Anak-anak Panti Asuhan Putri Brayat Pinuji Boro unjuk kebolehan dengan menari menghibur para tamu yang hadir usai mengikuti misa. (Bambang Darmadi/ bernasnews)

Lebih lanjut Romo Subyantara Pr selaku Romo Paroki St Theresia Lisieuk Boro berpesan bahwa membangun persaudaraan harus juga mendengar atau saling mendengarkan supaya saling paham. “Mari kita belajar cara hidup St. Fransiskus Asisi yang selalu mendengarkan Tuhan dan cinta terhadap lingkungan, dalam semangat hidup persaudaraan,” tandasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Sr. M. Florentine OSF selaku pimpinan biara OSF mengucapkan terimakasih kepada Romo dan semua pihak atas kerjasamanya yang baik terhadap karya-karya OSF yang berada di Boro khususnya. “Utamanya terima kasih atas kesetiaannya dari bapak dan ibu yang tidak ternilai harga dalam ikut melayani karya OSF demi keluhuran nama-Nya,” imbuhnya.

Diakhir penyelenggaraan Misa Ekaristi tersebut, acara dilanjutkan dengan berbagai hiburan tarian dari anak-anak Panti Asuhan Putri Brayat Pinuji Boro, serta ramah tamah oleh para tamu yang hadir. (zbd)