bernasnews — Trauma Healing adalah suatu proses memulihkan emosi korban dari ketakutan. Dengan terapi Trauma Healing diharapkan korban bisa benar-benar sembuh dari traumanya dan dapat menjalani kehidupannya sebagaimana sebelum bencana terjadi.
Salah satu cara dari terapi Trauma Healing adalah dengan menari bersama-sama yang bertujuan untuk hiburan, dan kekinian dikenal dengan sebutan flashmob. Seperti yang dilakukan oleh warga Kampung Suryoputran, usai melaksanakan Simulasi Bencana Gempa yang digelar oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Yogyakarta.
Kegiatan simulasi tersebut dalam rangka mendukung pembentukan pengurus Kampung Tangguh Bencana (KTB) Rintisan Kampung Suryoputran, bertempat di Jalan Magangan Wetan, Suryoputran, Kelurahan Panembahan, Kemantren (Kecamatan) Kraton,Yogyakarta, Minggu (25/9/2022).
“Unjuk kebolehan ibu-ibu kemarin berupa flashmob bagian dari simulasi terapi Trauma Healing mendapat apresiasi dari tamu wakil BPBD Kota Yogyakarta, Pak Mantri Kraton, dan Pak Lurah Panembahan.Sepertinya kali pertama simulasi seperti ini dilakukan di Kelurahan Panembahan,” ungkap Ketua KTB Kampung Suryoputran Amtono Prasutano, saat bincang-bincang santai bersama Tim Flashmob Suryoputran, di Joglo Lawas, Senin (26/9/2022) malam.
Dikatakan, terapi Trauma Healing itu bermacam-macam tinggal sasarannya, ada trauma healing untuk anak-anak, juga untuk orang dewasa, biasa dikerjakan saat tanggap darurat.”Sebenarnya dalam pengelolaan dapur umum pun bisa juga sebagai Trauma Helaing yakni dengan melibatkan ibu-ibu pengungsi untuk ikut giat memasak,” ujar Amtono.
“Persoalan yang terjadi di barak pengungsian itu karena nganggur, tidak ada kegiatan sehingga pingin pulang untuk melakukan aktifitas sehari-harinya padahal kondisi keamanan belum memungkinkan. Bentuk kegiatan Trauma Healing harus positif, kreatif dan aktif, tidak seperti nonton pentas musik yang besoknya melamun lagi,” bebernya.
Dalam kesempatan yangg sama, Ketua Kampung (RK) Suryoputran H. Bandrio Utomo, SE mengucapkan terima kasih kepada Tim Flashmob Suryoputran Endang Widuri dan kawan-kawan. Menurut Bandrio, sungguh luar biasa disamping dapat menggerakan warga ‘pengungsi’ juga tamu yang hadir dalam acara simulasi untuk menari bersama-sama, dengan iringan lagu yang pas ‘Koyo Jogja Istimewa’.
“Sungguh luar biasa semangat ibu-ibu, semoga ke depan giat semacam flashmob atau pun senam bersama-sama dapat dikembangkan lagi bersama pengurus KTB Kampung Suryoputran sebab untuk antisipasi dan mengelola kebencanaan kita semua harus sehat dan kuat,” pungkas Bandrio.
Setelah acara simulasi dan pengukuhan pengurus KTB Kampung Suryoputran oleh BPBD Kota Yogyakarta. Menurut rencana akan diresmikan oleh Ketua Kampung, yang dilanjutkan dengan penyusanan program-program dan pembekalan ilmu tentang kebencanaan bagi seluruh pengurus.
Adapun pengurus inti dari KTB Kampung Suryputran, periode pertama ini sebagai berikut, Ketua Amtono Prasutano, Sekretaris Shsia Kirina Ulrika Dewi, Bendahara 1 Catur Puji Astuti, Bendahara 2 Kurnia Purnama Sari. Koordinator. Seksi Sekretariat Irma Masruuroh, Koord. Seksi Operasi dan Latihan Didik Purnomo, Koord. Seksi Logistik Musa Bawa Santoso, Koord. Seksi Data dan Informasi Rah Aji Tegar Maulana. (ted)












