Tim PKM UPY Lakukan Kemitraan dengan Pengrajin Caping Desa Beji Gunungkidul

Tim Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) foto bersama dengan para pengrajin caping, di Dusun Bendo, Desa Beji, Kabupaten Gunungkidul. (Foto: Istimewa)

bernasnews – Tim Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) melaksankan kegiatan pendampingan terhadap Mitra PKM, di Dusun Bendo, Desa Beji, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Tim PKM UPY yang terdiri dari Dr. Marti Widya Sari, S.T, M.Eng selaku Ketua, serta Firdyan Syah, M.Kom dan Ginanjar Setyo Nugroho, M.Kom selaku Anggota mendapatkan pendanaan dari Direktorat Riset, Teknologi dan Pengabdian Masyarakat (DRTP) Kemdikbudristek Tahun Anggaran 2022.

Adapun mitra PKM ini adalah Kelompok Pengrajin Caping di Dusun Bendo. Salah satu kerajinan yang berkembang adalah kerajinan caping yang terbuat dari anyaman bambu. Banyak kelompok-kelompok kecil pengrajin caping yang berada di dusun ini. Pada kegitan PKM ini melibatkan 2 mitra, yaitu Kelompok Usaha Caping Pak Tukimin dan Kelompok Usaha Caping Pak Tusimin.

Di Dusun Bendo banyak kelompok warga membuat kerajinan caping, terutama ibu-ibu rumah tangga yang mencari penghasilan tambahan dengan cara ikut bergabung dalam kelompok usaha tersebut. Pembuatan kerajinan caping dilakukan di salah satu rumah ketua atau koordinator kelompok usaha.

Kepala Dukuh Dusun Bendo Gunawan menjelaskan, bahwa warga di sekitar sudah mulai membuat kerajinan caping secara turun temurun. “Warga dusun Bendo membuat kerajinan capin ini sudah turun temurun sejak dahulu,” kata dia.

Pihaknya sangat mendukung pelaksanaan kegiatan PKM di Dusun Bendo dan menunjukkan komitmen yang tinggi untuk kemajuan warganya.

Suasana pelatihan kerjaninan dengan bahan baku bambu. (Foto: Istimewa)

Kegiatan PKM yang dilakukan antara lain peningkatan kualitas produk caping dan peningkatan kapasitas pengrajin caping dalam bidang pemasaran. Pelatihan kepada mitra terkait proses produksi, pengemasan, pemasaran baik secara offline maupun online. Pelatihan kreasi dan variasi desain caping, serta pendampingan diversifikasi produk, untuk membuat produk selain caping, yang berbahan dasar bambu dan yang memungkinkan untuk dibuat serta dipasarkan.

Sementara pelatihan diversifikasi produk berbahan baku bambu telah dilaksanakan pada hari Sabtu, 17 September 2022, diikuti oleh kelompok-kelompok pengrajin bambu sejumlah 15 orang. Pada pelatihan ini menghadirkan narasumber Slamet Riyanto dari Adjie Handicraft, Kapanewon (Kecamatan) Dlingo, Kabupaten Bantul, DIY.

Narasumber merupakan pakar di bidang pembuatan produk-produk berbahan baku bambu yang sudah diekspor dan dipasarkan secara internasional. Para peserta sangat antusias mengikuti pelatihan ini, karena memang sudah lama membutuhkan pelatihan tentang pembuatan produk selain caping.

Pada dasarnya, para peserta sudah memiliki skill untuk membuat produk berbahan baku bambu, sehingga tidak membutuhkan waktu yang lama untuk menyelesaikan satu produk. . Kegiatan PKM selanjutnya adalah Pelatihan Digital Marketing bagi para pengrajin untuk membantu meningkatkan penjualan produk yang sudah dihasilkan. (nun/ ted)