Beri Pelatihan Guru dan Siswa SMP, Cara SMK Marsudirini St. Fransiskus Semarang Mempererat Kemitraan

BERNASNEWS.COM — Dalam rangka meningkatkan kerjasama dengan beberapa SMP mitra, SMK Marsudirini St. Fransiskus, Semarang menyelenggarakan program peningkatan kompentensi bagi guru – guru SMP Kanisius Raden Patah, di Jalan Raden Patah, Mlatibaru, Kecamatan Semarang Timur, Semarang, Jawa Tengah.

Kegiatan itu dilaksanakan Jumat (18/2/2022), bertempat di laboratorium Komputer, diikuti oleh sebanyak 14 guru SMP Kanisius Raden Patah, berupa workshop  pembuatan media pembelajaran interaktif. Workshop pembuatan media pembelajaran ini dilaksanakan  sesuai dengan program sekolah untuk meningkatkan layanan pembelajaran jarak jauh yang lebih variatif dan menarik bagi peserta didik.

Kepala SMP Kanisius Raden Patah Fr. Ika Purbiantari, S Pd menyampaikan, bahwa kerjasama yang sudah terjalin selama ini ditingkatkan dengan mempercayakan kegiatan Ekstrakurikuler Komputer dan Workshop Pembuatan Media Pembelajaran kepada guru-guru SMK Marsudirini St.Fransiskus Semarang sebagai narasumber.

“Kegiatan Ekstrakurikuler Komputer akan dilaksanakan setiab hari Sabtu jam 09:00 – 11:00 WIB. Sedangkan kegiatan worskshop pembuatan Media Pembelajaran dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan,” ungkap Ika Purbiantari.

Suasana workshop pembuatan media pembelajaran guru-guru SMP Kanisius Raden Patah, Semarang, JawaTengah. (Foto: Kiriman Skolastika Intani)

Empat guru hadir sebagai fasiliotator dalam workshop pembuatan media pembelajaran dari SMK St.Fransiskus adalah Dewi Tri Murniningsih,S Kom, Matheus Rahwantyo,S Pd, Agung Dewantoro, S.Pd, dan Skolastika Intani, S.Pd.  Dalam pengantarnya Dewi menyampaikan, pembuatan videocsribe sparkol, yaitu program aplikasi yang digunakan untuk membuat presentasi video dengan animasi tangan bergerak pada sebuah papan.

“Fitur yang dimiliki aplikasi sparkol videoscribe antara lain memiliki ribuan gambar yang dapat dipilih, dapat memasukkan musik sebagai backsound dari sparkol maupun musik pilihan sendiri, dapat mengatur durasi video yang diinginkan, dan  dapat dipublish,” jelas Dewi.

Dikatakan, agar pembuatan  videocsribe sparkol memuat materi yang runtut dan urut, dan cepat langkah awal yang harus dilakukan adalah membuat  storyline atau storyboard. “Yaitu berupa  narasi atau alur cerita dari video yang dibuat,” lanjut Dewi.

Kegiatan workshop ini diikuti dengan antusias oleh peserta guru-guru SMP Kanisius Raden Patah. Dalam sesi tanya jawab salah satu peserta Sukristiyono,S.Pd menanyakan cara membuat video baru tanpa di-render, misalkan belum selesai apakah video masih bisa dilanjutkan tanpa dirender terlebih dahulu. Begitu pula peserta Ibu Yuli yang menanyakan cara mengulang sound di sparkol. Pertanyaan – pertanyaan itu dijawab dengan jelas oleh Agung Dewantoro selaku nara sumber. 

Salah satu perwakilan peserta Febriani, S Pd  menyampaikan kesan, bahwa pelatihan ini cukup menarik, pemateri sangat jelas dalam memberi materi, bisa menjadi referensi untuk pembuatan media pembelajaran. “Menarik, penyampaiannya tidak terlalu cepat jadi mudah menangkap dan mudah dimengerti, materi bagus untuk pembelajaran,” imbuh Didik, yang juga sebagai peserta.

Sementara dalam sesi penutup, Kepala Sekolah SMP Kanisius Raden Patah Fr. Ika Purbiantari ,S.Pd menyampaikan terimakasih kepada Tim SMK St.Fransiskus yang telah mendampingi pelatihan ini dengan sabar. “Kami berharap Jumat minggu depan bisa dilanjutkan pembuatan media pembelajaran dengan aplikasi yang lain,” pungkasnya. (Skolastika Intani, S Pd, Fasilitator Workshop dari SMK St .Fransiskus Semarang)