BERNASNEWS.COM — Aku Gabrielle Aubrey siswa SMP Maria Mediatrix, Kelas 7, Semarang, Jawa Tengah. Selain menjadi siswa, aku juga merupakan salah satu bagian dari pengurus OSIS SMP ini. Dalam pengurus OSIS, aku menjadi bagian dari Sekbid 1, yang tugasnya membuat jadwal doa pagi. Di sentral pokoknya menangani bidang kerohanian, agama, seperti pembinaan keimanan kepada Tuhan. Meskipun aku Sekbid 1, tetapi tugasnya tidak hanya fokus pada doa, tergantung dengan kegiatan yang dilaksanakan, dalam kegiatan tersebut aku juga ikut bagian membantu walau bukan berdoa.
Organisasi Siswa Intra Sekolah merupakan sebuah organisasi yang tugasnya untuk membantu siswa menjadi lebih baik dan menciptakan berbagai kegiatan yang ada di sekolah. OSIS harus tertib, disiplin dan menjadi contoh yang baik bagi para peserta didik. Dalam sebuah organisasi tidak ada yang instan, semua hal tidak hanya organisasi yang melalui proses tapi semua butuh proses.
Seleksi dan berbagai tes lainnya diperlukan sebelum menjadi OSIS. Tidak mudah tentunya, seleksinya juga tidak hanya satu tapi banyak. Seleksi ada yang dilakukan secara offline dan juga online. Waktu, pikiran, tenaga semua harus dikorbankan untuk lulus menjadi pengurus OSIS, aku juga sekolah dan kadang harus ketinggalan pelajaran demi acara maupun kegiatan OSIS ini. Namun itu sudah konsekuensinya, terserah aku tetap mau atau tidak.
Awalnya aku ragu-ragu untuk mengikuti seleksi tersebut, terutama pada saat itu belum terlalu ramai/aktif, aktif tapi tidak seaktif sekarang teman pun tidak banyak. Malu dan gugup adalah hal normal yang sering kurasakan, mungkin hampir semua orang juga merasakan. Sebenarnya aku tertarik untuk mengikuti seleksi OSIS yang akan dilaksanakan. Guru dan orangtuaku menyarankan untuk ikut, karena dukungan luar biasa dari semua akhirnya kuputuskan untuk ikut.
Seleksi pertama adalah seleksi dilakukan oleh wali kelas, hanya ada 2 perwakilan yang akan diloloskan ke babak seleksi selanjutnya. Deg-degan luar biasa, walau hanya diseleksi oleh wali kelas sendiri. Puji Tuhan lolos babak pertama, Asyik lolos! Senangnya bukan main tapi bukan cuma senang malah makin gugup karena lolos. Waduh, lolos ki! Berarti aku lolos ke selanjutnya ni, senang dong cuma, makin deg-degan.
Babak ke-2 dimulai, berisi tes wawancara, pengetahuan, dan dinamika. Bedanya pada tes dinamika ini dilakukan sendiri-sendiri mengingat masi pandemi. Di antara ketiga tes tersebut yang bikin deg-degan luar biasa, campuran pengen cepetan giliranku tapi gugup the next level, nggak tertahankan. Berdoa, berdoa, berdoa walau kemarinnya sudah berdoa tapi doa lagi saking gugupnya.
Kupelajari materi tentang OSIS, setiap membaca kalimat materinya kepikiran selalu sambil deg-degan. Capek, takut, khawatir, deg-degan semua itu selalu ada sebelum tes seleksi. Pikirannya isinya “Duh piye ya.. nanti aku ngomong apa, nanti kalo aku gabisa jawab gimana ni? Kalo aku ga lolos gimana ni?” Giliranku masuk, wah deg-degan luar biasa, tangan dingin sama keringetan semua.
Setelah selesai diwawancarai akhirnya sadar. Ternyata cuma gitu to, aku terlalu overthink nih. Walaupun sudah selesai tapi entah mengapa tetap deg-degan sampe pulang. Alhasil aku diterima menjadi Pengurus OSIS periode 2021/2022. Yes terimakasih Tuhan senangnya bukan main. Ternyata rasa capek setelah melaksanakan berbagai seleksi aku menjadi salah satunya yang lolos. Setelah aku bersama teman-teman pengurus OSIS lainnya lolos seleksi, kami melaksanakan upacara pelantikan dan pemberkatan menjadi pengurus OSIS periode 2021/2022. Mengucapkan janji-janji OSIS sebelum, saat, maupun setelah menjadi OSIS.
Kami pengurus OSIS mulai melaksanakan berbagai kegiatan-kegiatan seru untuk sekolah, jualan, promosi, kami lakukan dengan kerja sama tim dan bagi-bagi tugas. Kalau ditanya emang nggak capek? Jawabannya sih pasti capek, tapi semua itu hilang ketika melaksanakan kegiatan OSIS, bercanda, berbicara, berdiskusi bersama membuatku menambah ikatan persahabatan. Itupun menjadi hal yang paling kufavoritkan. Sebenarnya waktu di kelas, sebagian anak di kelasku mengatakan “Iya deh.. iya.. buat ibuk OSIS” terkadang kata-kata yang seperti itu membuatku tidak nyaman, karena sebenarnya OSIS juga murid sama seperti siswa lainnya, hanya saja kami bertugas membuat kegiatan-kegiatan yang dijamin seru, keche parah, dan kreatif banget. Dipimpin ketua OSIS ku yang hebat, bekerja keras mengkoordinasi seluruh anggota supaya bisa ikut ambil bagian.
Kadang ketika para murid pulang, kami pengurus tidak selalu langsung pulang. Kadang ada rapat, maupun latihan-latihan lainnya. Kadang saking sibuknya ngurusi kegiatan-kegiatan OSIS sampe lupa mengerjakan tugas maupun istirahat, tapi justru inilah OSIS dengan menjadi OSIS kami dilatih agar lebih pintar mengatur waktu antara sekolah dan OSIS. Rasanya capek banget, but it’s really fun. Waktu istirahatku berkurang, capek, pusing semua itu dirasakan, tapi itu merupakan konsekuensi menjadi OSIS. Tapi itu semua bener-bener worth it, ga sia-sia kerja keras. Aneh.. ya aneh.. ini adalah pertama kali ketika selesai melaksanakan kegiatan-kegiatan pasti capek, tapi aneh walau capek tapi seneg buangett… Dari yang awalnya ragu-ragu ikut OSIS tapi setelah menjadi OSIS itu seneng banget, nggak karena cuma ketemu sesama teman, tapi dengan menjadi OSIS aku pun bisa mengenal dan dikenal lebih lagi. I’m really lucky to be a part of OSIS. (Gabrielle Aubrey W, SMP Maria Mediatrix, Semarang)











