ASYB Bantu Persiapkan Imlek di Klenteng Fuk Ling Miau Gondomanan Yogyakarta

Alumni SMA Yogyakarta Bersatu (ASYB) bersama aktivis sembilan simpul jaringan ormasnya foto bersama di sela-sela kegiatan bersih-bersih di Klenteng Fuk Ling Miau Gondomanan Yogyakarta untuk menyambut perayaan Imlek 2022, pada hari Kamis 27 Januari 2022. Foto: Istimewa

BERNASNEWS.COM – Alumni SMA Yogyakarta Bersatu (ASYB) bersama sembilan simpul jaringan ormasnya turut andil dalam persiapan menjelang Imlek di Klenteng Fuk Ling Miau Gondomanan Yogyakarta dengan membantu bersih-bersih seluruh area lokasi rumah ibadah tersebut untuk menyambut perayaan Imlek 2022, pada hari Kamis 27 Januari 2022.

ASYB sebagai organ yang sangat memahami pentingnya sinergitas dengan semua organisasi massa yang disebut sebagai simpul jaringan dan tentu saja yang memiliki visi misi yang senafas dengan ASYB. Tercatat beberapa ormas yang terlibat dalam kegiatan ASYB Bebersih Klenteng antara lain Satgas PPA, Foreder, Banser, Interfaith voice, Srikandi Lintas Iman, Satu Indonesia Voice, Masyarakat Indonesia Maju DIY , Pemuda Katolik DIY, Merkids serta GK Ladies yang sudah sering turut ambil bagian kebersihan Klenteng.

Menurut Nana Je-Madani dalam rilis yang diterima Bernasnews.com pada Kamis 27 Januari 2022, ASYB yang bervisi misi menjaga kedaulatan NKRI dan Pancasila serta menjunjung tinggi nilai Kebhinnekaan ini menjadi upaya penting mengimplementasikan arti toleransi yang sesungguhnya. Karena roh terkuat di Indonesia saat ini adalah sikap saling toleransi sebagai rasa kesatuan penghuni tanah air Indonesia yang di dalamnya terdapat berbagai suku dan ras, beragam agama dan keyakinan serta antar golongan yang berbeda-beda.

Dalam naungan Pancasila kita adalah saudara serumpun yang harus saling menghormati dan menghargai. Tapi sikap toleransi bukan berarti toleran terhadap intoleran. Paham intoleran harus kita hadapi. Karena para kelompok intoleran ini sering merasa paling benar sendiri dengan apa yang menjadi pandangannya dan menganggap orang lain salah bahkan meremehkan. Kelompok intoleran saat ini sudah terang terangan menunjukkan serangannya dengan berbagai cara. Untuk itu kita sebagai anak bangsa harus menghadapi dengan berbagai cara pula.

Dikatakan, manusia Indonesia adalah manusia yang menyadari untuk saling menghormati semua agama dan keyakinan, suku ras dengan tidak merasa paling benar. “Ini akan menjadi ciri ASYB mengedukasi dalam setiap gerakannya di dalam mengawal nilai-nilai kebhinekaan, salah satu unsur yang kami lakukan adalah dengan membantu saudara kita pemeluk Konghucu dengan membersihkan rumah ibadah mereka untuk persiapan hari rayanya,” kata Nana Je.(lip)