BERNASNEWS.COM — Imogiri merupakan salah satu kapanewon di Kabupaten Bantul, DIY. Letak di sebelah Tenggara Ibu Kota Bantul dan Kota Yogyakarta. Luas wilayah lebih dari 5.448 Hektar yang tercakup di 8 desa. Selain terkenal dengan tempat makam raja-raja Kraton Yogyakarta dan Kraton Surakarta. Juga merupakan sentra pengrajin produk budaya Jawa masa lalu.
Selain itu Imogiri juga menyimpan banyak destinasi wisata alam yang eksostis di sekitarnya, salah satunya adalah Wisata Kedung Tolok, yang berlokasi tepatnya di Dusun Siluk, Desa Selopamioro, Kapanewon Imogiri, Kabupaten Bantul, DIY.

Kedung Tolok destinasi wisata berupa air terjun ini, keberadaannya sebenarnya pernah terekspose di media dan lumayan banyak dikunjungi oleh wisatawan lokal khususnya. Hanya saja pada tahun 2016 pernah kejadian bencana tanah longsor yang sempat mengubur sebagian aliran sungai bagian dari keindahan destinasi itu.
“Wisata Kedung Tolok ini setelah dibersihkan dari longsoran,
baru sempat dibuka kembali berkisar 6 bulan lalu. Kini semakin ramai dan lebih
ramai dari sebelum longsor karena banyak yang rombongan gowes (bersepeda) yang berkunjung dan menjadi viral di media
sosial,”terang Sudiono dan Tupar Siswoharsono selaku sesepuh dusun, kepada Bernasnews.com,
Minggu (14/3/2021).
Dikatakan Sudiono, waktu longsor itu batu-batuan beserta tanah hampir menutup separoh lebih Kedung Tolok. “Bersyukur waktu kejadian itu tidak ada korban jiwa. Kemudian oleh warga yang pada umumnya pemuda bergotong royong membersihkan dan membuka kembali sebagai obyek wisata,” ujarnya.
Sebagai destinasi wisata alam, Kedung Tolok terbagi dalam 2
bagian lokasi. Pertama, lokasi bagian bawah berupa pemandangan air terjun. Lokasi
bagian atas terdiri dari Kedung Kempul, Kedung Dowo, Kedung Gupit dan Kedung
Cumleng. Kedung (Lubuk, Bhs
Indonesia) ialah tempat yang terdalam dari sebuah genangan sungai atau pun
telaga.
Sementara aliran air atau hulu dari air terjun Kedung Tolok bersasal dari aliran sungai yang bersumber dari Goa Cerme, destinasi alam yang berlokasi di sebelah barat atas. “Jadi kalau musim kemarau debit air terjun berkurang, tidak sebesar seperti sekarang ini,” pungkas Sudiono.
Fasilitas umum seperti mushola, kamar kecil dan beberapa kios lapak kuliner tersedia lengkap. Pengunjung wisatawan tidak dipungut bea masuk, hanya parkir dan dana pemeliharaan seikhlasnya dengan cara memasukan uang pada kotak yang telah disediakan oleh kelompok sadar wisata (pokdarwis) pemuda RT 06 Siluk I, Selopamioro, Imogiri, Bantul. (ted)











