BERNASNEWS.COM — Dieng Kledung Pass Hotel terletak di kawasan titik puncak perjalanan Temanggung – Wonosobo dan Dieng, dengan pemandangan panorama gunung Sumbing dan Sindoro atau tepatnya di Jalan Raya Parakan – Wonosobo Km 17, Wonosobo, Jawa Tengah.
Lokasi hotel yang dikelilingi hamparan tanaman tembakau, merupakan kawasan yang sejuk dengan aliran angin lembah yang membuat nuansa menjadi segar. Sangat cocok untuk transit melepas lelah sambil minikmati kopi khas atau kuliner sup buntut hasil resep turun temurun yang sangat istimewa di Dieng Kledung Pass Restaurant bagian dari fasilitas hotel itu.

Sertifikasi sebagai hotel berbintang baru saja diperoleh oleh Hotel Dieng Kledung Pass Wonosobo melalui Lembaga Sertifikasi (LS) PT. Bhakti Mandiri Wisata Indonesia. Sertifikasi diserahkan langsung oleh Direktur LS PT. Bhakti Mandiri Wisata Indonesia Hairullah Gazali, SE MBA dan Kepala Dinas Pariwisata DIY Singgih Raharjo, SH MEd.
“Dengan disandangnya Hotel Dieng Kledung Pass sebagai hotel berbintang
satu, kami berkomitmen terus untuk maju dan memberikan pelayanan terbaiknya
bagi para tamu. Termasuk dalam melaksnakan protokol kesehatan untuk kenyaman
bersama,” ungkap Eunike Martanti selaku Owner
Representative kepada Bernasnews.com,
Jumat (13/11/2020).

Menurut Nike sapaan akrab Eunike Martanti, Hotel Dieng Kledung Pass yang memiliki 40 kamar standard dan garden dengan kenyamanan dan kesejukan ini awalnya adalah hotel dengan kategori melati. Seiring perkembangannya, hotel ini mulai berbenah dan melengkapi standarnya sesuai dengan kategori sebagai hotel berbintang.
Pendiri dan sekaligus pemilik Hotel Dieng Kledung Pass adalah Lukas Agus Tugianto yang juga tokoh pariwisata di Wonosobo. Perjuangan awalnya melalui membuka usaha restoran Dieng yang kecil di Wonosobo, dekat terminal bis umum (sekarang jadi taman Plaza Wonosobo). Usaha ini merupakan usaha turun temurun keluarga yang dilanjutkan ke Agus dan isterinya waktu itu.
“Setelah berpindah di jalan Angkatan 45 Wonosobo. Kemudian restoran Dieng mulai mengembangkan usahanya dengan membuka cabang dan membuka usaha Dieng Kledung Pass Restaurant di area km 17 Kledung Pass Wonosobo,” papar Nike.
Secara
perlahan, lanjut Nike, Lukas Agus Tugianto memberanikan diri membuka usaha hotel
di belakang Kledung Pass Restaurant tersebut. “Awalnya hanya mendirikan satu
bangunan untuk kamar-kamar standard. Kemudian berkembang, bertambah juga dengan
kamar-kamar di area taman sekitarnya,” terang Nike.

Lukas Agus Tugianto menambahkan, bahwa saat itu dia tidak berpikiran membangun hotel berbintang. “Saya senang saja untuk ikut mendukung pariwisata di Wonosobo khususnya. Desain kamar saya buat sendiri dengan luas 23 meter persegi, dengan pintu lemari spesial yang sekaligus sebagai pintu kamar mandi. Banyak orang tidak menduga keunikan alamari yang merangkap sebagai pintu tersebut,” ungkap bapak yang humble itu.
Pribadi
Agus yang sederhana, ramah, dan suka
mendongeng khususnya tentang legenda dan sejarah Dieng Plateau membuat para
wisatawan baik dalam maupun luar negeri mencarinya. Buku-buku tentang wisata
dari luar negeri pun banyak yang menulis tentang kiprahnya, termasuk media ini kala
masih berbentuk media cetak koran harian.

Di warung Dieng yang saat itu merupakan sebuah resto kecil, Agus juga memberi panduan dengan menggambar peta Dieng secara sederhana bagi wisatawan yang ingin ke Dieng. Saat itu belum banyak pusat informasi wisata maupun media pariwisata seperti sekarang ini. Hingga kini masih banyak wisatawan dari manca maupun dalam negeri yang terkesan atas perannya.
“Kalaupun sekarang hotel membutuhkan fasilitas yang lebih lengkap dan sertifikasi yang perlu dilakukan. Selanjutnya akan diatur oleh Owner Representative, anak saya Eunike Martanti. Dia yang akan melanjutkan membangun Dieng Kledung Pass dengan segala kelengkapan dan kenyamanan bagi para tamu yang akan menginap atau menggunakan fasilitas hotel tersebut,” pungkas Agus. (ted)











