BERNASNEWS.COM — Bersepeda Normal Baru (BNB) Cycling Club merupakan kelompok pecinta bersepeda dengan keanggotaan sangat terbatas. BNB Cycling Club atau sering juga disebut BNB CC, didirikan oleh pencinta bersepeda antara lain Hilman Tisnawan (BI DIY), Jimmy Parjiman (OJK DIY), Santoso Rohmad (Bank BPD DIY), Bogar AR (Kafegama DIY), dan Eko Suwardi (ISEI DIY).
Pengurus Harian BNB CC 2020 – 2023 terdiri dari Y. Sri Susilo (Koordinator), Amirullah Setya Hardi (Sekretaris), dan Bambang P. Hadi (Bendahara). “Tujuan dari klub bersepeda tersebut adalah berolahraga bersepeda dengan gembira dengan mematuhi rambu lalu lintas dan menerapkan protokol kesehatan,” terang Y. Sri Susilo.

Kegiatan BNB CC ini diselenggarakan setiap hari Sabtu, dua atau tiga kali setiap bulannya. “Selain untuk berolah raga, kegiatan ini juga sebagai upaya untuk memperkenalkan kembali obyek-obyek wisata yang terpuruk akibat terdampak pandemi ini. Juga terkadang sosialisasi produk-produk perbankan kepada masyarakat,” ungkapnya.
Menurut Koordinator BNB CC yang juga berprofesi sebagai dosen di sebuah
PTS, setiap penyelenggaraan diikuti sekitar 40 anggota BNB CC yang merupakan
perwakilan dari anggota ISEI DIY, Kafegama DIY, Bank BPD DIY, Bank Indonesia
DIY, OJK DIY dan KADIN DIY.

Belum lama ini komunitas sepeda yang juga sering menggelar kegiatan
kemanusiaan ini, juga meluncurkan logo atau simbul sebagai identias BNB CC. Seperti
dikutip dari dinding facebook (FB) Rudy
Badrudin (Waket ISEI Cabang Yogyakarta), filosofi atau makna dari logo BNB CC,
sebagai berikut, 1. Latar belakang warna hitam,
adalah BNB lahir pada suasana duka masa pandemi Covid19. 2. Warna kuning
merupakan warna identik dengan padi yang menguning, seperti para ekonom dan profesi
lain yang selalu memikirkan kesejahteraan masyarakat. 3. Warna merah adalah
berani dan cepat dalam mengambil setiap keputusan untuk kepentingan bersama.

“Keempat, sepeda Selly adalah simbol tetap berolahraga dengan santai tidak berpacu kecepatan tetapi menikmati setiap perjalanan bersepeda sesuai rute yang ditetapkan. 5. Paku kiri kanan yg kokoh adalah kepatuhan dan kedisiplinan peserta dengan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan bersepeda,” papar Rudy.
Sementara filosofi keenam, gir atau gigi-gigi yang kuat menunjukan kekuatan ISEI, BI, OJK, Bank BPD DIY, Kafegama DIY dalam mendorong laju roda ekonomi di DIY agar selalu berputar tanpa henti. “Filosofi dan Logo Bersepeda Normal Baru (BNB) Jogja ini disusun dan didesain oleh Oom Bambang Hadi BPD DIY dan putranya,” tutup dosen humble yang hobi menyanyi itu. (ted)











