BERNASNEWS.COM —
Pertama yang harus dilakukan oleh Pura Wisnu Sakti Tambakan adalah pembuatan the centre of cultural of Hindus Java, terlebih
pura harus memiliki mitra dan hubungan yang baik dengan pengelola candi. Pura
juga mempunyai event budaya di Candi Prambanan. Demikian disampaikan oleh Tri
Handoko Seto, SSi, MSc selaku Dirjen Bimas Hindu ketika berkunjung ke Pura
Wisnu Sakti Tambakan, Jogonalan, Klaten, Rabu (26/8/2020) malam.

“Kedua, peningkatan ekonomi keuamatan dan mengambil peran dengan adanya wisata budaya di Prambanan. Dan yang ketiga, mengupayakan program beasiswa bagi putra putri Hindu untuk terus melanjutkan pendidikan tinggi,” ungkap Tri Handoko Seto, sebagai Dirjen Bimas Hindu yang baru dilantik, tanggal 10 Agustus 2020 lalu.
Kunjungan Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat (Bimas)
Hindu ke Klaten, Jawa Tengah dalam rangka proses status Sekolah Tinggi Hindu
Dharma (STHD) Klaten untuk menjadi sekolah negeri. Sementara dalam kunjungan ke
Pura Wisnu Sakti Tambakan, Dirjen Bimas Hindu Tri Handoko Seto didampingi oleh
Ketua PHDI Klaten, Ketua STHD dan Ketua Yayasan Widya Aksara.

“Ini kali pertamanya Pura Wisnu Sakti Tambakan dikunjungi oleh Dirjen Bimas Hindu. Dan mungkin pura pertama di Klaten yang dikunjungi oleh Dirjen yang baru,” jelas Nur Kesawa kepada Bernasnews.co, yang juga dimuat di akun FB Pura Wisnu Sakti, Kamis (27/8/2020).
Sebagai rasa ungkapan terimakasih atas kunjungan Dirjen Bimas Hindu, Nur Kesawa menambahkan, bahwa Pura Wisnu Sakti melalui Sanka Heritage. “Yaitu anak usahanya pura, menyerahkan kenangan cookies (roti kering) berbentuk stupa Borobudur, Prambanan, dan Ratu boko. Selain itu kami juga menjadi guide-nya pak dirjen untuk berkunjung ke candi Prambanan,” pungkas Nur yang juga seorang arkeolog muda. (ted)











