BERNASNEWS.COM — Dinas Pariwisata (Dispar) DIY menggelar acara simulasi Standar Operasional Prosedur (SOP) Protokol Kesehatan Travel Agent dan MICE, tanggal 24-25 Juli 2020, menuju “Pranatan Anyar Plesiran Jogja”. Kegiatan Dinas Pariwisata DIY ini hasil kerjasama dengan Gabungan Industri Pariwisata (GIPI) DIY yang terdiri dari ASITA, PHARI, HPI, Dinas Pariwisata Kota/ Kabupaten, PT. Angkasa Pura 1 dan PT. KAI. Dengan agenda paket wisata dua hari satu malam (2D1N).
“Juga didukung oleh Badan Otorita Borobudur (BOB) dan Bank Indonesia, dengan diikutin oleh sebanyak 35 oang yang terdiri dari perwakilan industri dan asosiasi, serta dari instansi terkait. Dalam rangka menyiapkan “Masa Pranatan Anyar Plesiran Jogja” (New Normal) oleh industri pariwisata DIY, termasuk hotel, resto dan travel agent, serta destinasi,” ungkap Kepala Dinas Pariwisata Singgih Raharjo, SH, MEd, Sabtu (25/7/2020).

Simulasi dilakukan dari penjemputan di Stasiun Tugu dan
keberangkatan melewati Yogyakarta International Airport (YIA), lanjut Singgih
Raharjo menjelaskan, rangkaian program tersebut hari pertama, antara lain, mengunjungi
destinasi di Candi Prambanan, Tebing Breksi dengan Jeep Tour, Pegunungan
Nglanggran dan Pinus Pengger. “Selama kunjungan juga dilakukasi simulasi
reservasi online dengan Visiting Jogja Aplikasi yang sinergi dengan Jogja Pass,”
terang Singgih.
Pada malam hari pertama dilakukan Simulasi Pelaksanaan MICE.
Sementara pada hari kedua dilakukan kunjungan ke Jalan Malioboro , Museum
Sonobudoyo , Kraton Yogyakarta dan destinasi
Hutan Mangrove Kadilangu, serta berakhir di Bandara YIA. Memastikan SOP
dan protokoler kesehatan terimplementasi di semua sight yang dipakai yang sudah menerapkan uji coba operasional
terbatas. Mensinkronkan SOP semua stakeholder agar kenyamanan berwisata bisa
terlaksana dengan baik.
“Menjadikan role model standar berwisata di DIY, mengingat perkembangan kegiatan kepariwisataan yang sudah berjalan masih belum banyak yang belum standar sesuai SOP protokol kesehatan. Melakukan pemantauan pendataan dalam destinasi dengan menggunakan Aplikasi Visiting Jogja,” tutup Singgih Raharjo. (ted)











