BERNASNEWS.COM — Biro Bina Mental Spiritual Setda DIY, pelaksana Program Pengelolaan Penguatan Sumber Daya Manusia Tahun 2020 menyelanggarakan acara Focus Group Discussion (FGD) Draf Laporan Kajian Penguatan Budaya Lokal DIY di Perguruan Tinggi, Selasa (14/7/2020), di Ruang Rapat Unit 8, Lantai 3, Kantor Biro Bina Mental Spiritual Setda DIY, Komplek Kepatihan, Yogyakarta.
Kegiatan tersebut menghadirkan nara sumber antara lain, Dr. Setiadi, MSi, Departemen Antropologi dan WD AKSDM FIB mewakili Dekan Fakultas Ilmu Budaya UGM Yogyakarta, Prof Dr. Suwarno Dwijo Negoro, serta dari Dinas Kebudayaan DIY. Dihadiri oleh Dinas Kebudayaan DIY, Dinas Kebudayan Kota/ Kabupaten di DIY, Akademisi, Perguruan Tinggi, serta beberapa perwakilan Badan Eksukiutif Mahasiswa (BEM).

Acara dibuka oleh KaBiro Bina Mental Spiritual Setda DIY, Maladi, SH, MM, dengan topik “Kajian Budaya Yogyakarta di Perguruan Tinggi (PT)” yang disusun oleh Tim Tenaga Ahli Biro Bina Mental, dengan koordinator Puji Qomariyah, S Sos, M Si, dosen Universitas Widya Mataram (UWM) Yogyakarta. “Seni Budaya merupakan ekspresi nilai-nilai kreatif manusia yang diyakini mampu membantu mengembangkan keseimbangan dan keharmonisan kehidupan di masyarakat,” ungkap Maladi.
Menurutnya, keberadaan seni budaya dalam era milenial di
perguruan tinggi sangat penting seiring dengan perkembangan di dalam masyarakat
yang sangat cepat berubah dan tidak pasti. “Sehingga pendidikan kebudayaan di
Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menghadapi tantangan yang membutuhkan respon
cepat yang komprehensif dan sistematis,” tegas Maladi.

Kajian Budaya Yogyakarta di PT disusun dengan maksud dan tujuan yaitu, melestarikan dan mengembangkan budaya lokal melalui pemahaman nilai-nilai budaya kepada mahasiswa serta tenaga pendidik dan tenaga kependidikan. Mewujudkan pendidikan yang berkualitas dan diperkaya dengan nilai-nilai luhur budaya, dengan output atau keluaran, tersusunnya dokumen pedoman penguatan budaya lokal DIY di PT, serta tersusunnya Draf/ Rancangan Peraturan Gubernur DIY tentang Penguatan Budaya Lokal DIY di PT.
“Diharapkan dari naskah Akademik Kajian Nilai Budaya Yogyakarta di PT dimaksudkan untuk menerapkan nilai-nilai budaya lokal dalam setiap aspek kehidupan bermasyarakat di dalam kehidupan perguruan tinggi,” kata Maladi.
Lanjut Maladi, manfaat kajian ini menyanding sinergikan Tata Nilai Budaya Yogyakarta tersebut dengan sistem pengelolaan dan penyelenggaraan pendidikan karakter di tingkat PT di wilayah DIY. “Tercapainya perencanaan program atau kegiatan pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) di Perguruan Tinggi di wilayah DIY dalam perspektif Antropologi, Hukum, Kebudayaan, Pendidikan dan Sosiologi yang berkualitas,” pungkasnya. (nun/ ted)











