BERNASNEWS.COM — Dalam rangka mencegah penyebaran virus COVID-19 Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif / Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia bersama dengan Dinas Pariwisata DIY melaksanakan Program Gerakan Masker Kain. Program ini bertujuan mengajak masyarakat yang sehat cukup menggunakan masker yang terbuat dari kain sesuai himbauan dari World Health Organization (WHO) dan Kementerian Kesehatan RI.
“Sehingga ketersediaan masker medis tercukupi untuk yang membutuhkan saja, yaitu pasien, dokter dan tenaga medis,” ungkap Kepala Dinas Pariwisata DIY, Singgih Raharjo, SH, MEd, melalui persrealase, Senin (6/7/2020)

Menurut Singgih, penggunaan masker kain
terbukti mengurangi risiko penyebaran COVID-19. Penggunaan masker kain juga
bisa membantu perekonomian usaha kecil dan menengah melalui pekerjaan produksi,
sehingga mereka tetap mendapatkan penghasilan di masa sulit ini.
Masker Kain sejumlah 25.567 buah telah diproduksi oleh UMKM di DIY dan akan didistribusikan ke Dinas Pariwisata Kabupaten dan Kota di DIY serta Industri Pariwisata di DIY melalui Gabungan Industri Pariwisata DIY
“Kreativitas dan inovasi UKM Sektor Fesyen dapat
mengoptimalkan pemanfaatan bahan-bahan lebih dari sisa produksi untuk dibuat
menjadi masker kain sehingga menciptakan zero waste,” jelas Singgih.
Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata DIY, Marlina Handayani, SPd, MM, menambahkan, sasaran penerima bantuan masker kain diberikan kepada masyarakat yang masih harus bekerja atau tidak bisa Work From Home dan memiliki interaksi sosial tinggi sehingga berisiko terpapar, tertular, maupun menularkan virus ke lingkungan sekitarnya.
“Masyarakat yang harus bekerja dan harus mengenakan masker, antara lain pekerja yang bergerak di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Seperti pekerja, hotel, restoran, rumah makan dan semacamnya,” imbuh Marlina. (ted)











