BERNASNEWS.COM —
Pepatah bijak mengatakan bahwa di balik musibah pasti ada berkah, hal itu
diyakini betul oleh Fahrir Rizal pria asal Palembang yang lebih dari tiga puluh
tahun menekuni usaha atau bisnis minuman empat varian jamu, beras kencur, kunir
asem, gula asem, dan varian baru jamu empon empon. Lapaknya bertempat di
pinggiran Jalan Gamelan, Kelurahan Panembahan, Kecamatan Kraton, Yogyakarta.

“Keseluruhan setiap hari saya membawa 40 botol besar ukuran 1,5 liter dan beberapa tambahan botol kecil. Ketika awal-awal isu virus Corona dengan volume atau kuota tersebut daya jualnya cepat sekali, artinya saya bisa pulang lebih cepat. Tapi kini lantaran ada imbauan agar tetap di rumah dari seminggu lalu, daya lakunya melambat meski tetap habis,” terang Rizal, saat dijumpai di lapaknya, Sabtu (28/3/2020).
Lapak jualan yang mendapat sebutan “Jamu Gamelan” buka jam
09:00 – 12:00 WIB atau hingga jamu terjual habis. “Supaya kwalitas dan rasa
jamu tetap terjaga, saya dan istri belanja bahan-bahannya langsung di pasar
Beringharjo. Juga mencicip rasanya, terutama asam dan kencur agar sesuai dengan
kebutuhan. Airpun harus dimasak dengan matang sehingga minuman jamu bisa
bertahan selama dua hari tanpa dimasukan kulkas,”ujarnya setengah berpromosi.

Awal mula berjualan jamu beras kencur dan kunir asem adalah istrinya yang asli Jogja, ketika berumah tangga sebagai suami Rizal membantu sebagai pemasaran. Pertama jualan dari lima botol dan kini bisa mencapai 40 botol ukuran besar dan 60 botol kecil, yang dijual secara kulakan oleh beberapa pedagang makanan di Patangpuluhan, terkadang pesanan dari para pengusaha jasa katering.
Dari bisnis jamu ini Rizal dan istrinya, selain untuk menopang biaya hidup sehari-hari, tiga anaknya yang pertama dan kedua telah wisuda menamatkan kuliahnya, di akademi kemaritiman dan kebidanan, sedangkan anak bungsu masih duduk di tingkat akhir di sebuah sekolah kejuruan keperawatan.
“Jamu empon-empon ini merupakan varian baru untuk daya tahan tubuh menghadapi wabah Corona. Ramuannya terdiri, sere, jahe, kunyit, cengkeh, dimasak dengan gula batu dan ditambah manis jangan (kayu manis) sebagai pengharum. Saya menjual hanya kemasan botol kecil saja, jika untuk ukuran besar harus pesan dahulu,” pungkas Rizal. (ted)











