BERNASNEWS.COM — Penyemprotan disinfektan sebagai langkah antisipasi penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19) dilakukan di lingkungan kampus Universitas Widya Mataram (UWM). Upaya itu akan dilakukan secara rutin untuk menjadikan kampus UWM steril dari berbagai virus dan mikroorganisme yang merugikan manusia, terutama Covid-19.
“Hari ini penyemprotan disinfektan menyasar ruang kerja, ruang kelas mahasiswa, Pendapa Agung UWM dan titik lainnya yang sering diakses sivitas akademika,” terang Drs. Samsul Bakri, MM, selaku Wakil Rektor II, Rabu (25/3/2020).
Dalam pelaksanaannya, Samsul menjelaskan, pihak kampus menggandeng Palang Merah Indonesia (PMI), Kecamatan Kraton, dan warga sekitar kampus sehingga upaya dalam rangka memutus mata rantai penyebaran Covid-19 itu dapat terlaksana dengan baik.
Selain penyemprotan, Samsul menambahkan, selama masa
darurat Covid-19,
pihak universitas juga akan melakukan serangkaian kegiatan sosial sebagai
bentuk kepedulian kepada masyarakat di sekitar kampus. Kampus berbasis budaya
itu akan terus memberikan andil positif yang bermanfaat bagi masyarakat.

Sementara itu, Ketua Tim Tanggap Covid-19 UWM, Hartanto, SE, SH, M Hum, mengatakan, penyemprotan merupakan standar penanggulangan virus dan tetap harus dilakukan, bahkan berkala. Pertimbangannya bahwa disinfektan tersebut hanya mampu melindungi beberapa saat.
“Penyemprotan yang perlu diperhatikan di lapangan yakni penyemprotan anti virus bukan penyemprotan anti nyamuk,” papar Hartanto.
Menurutnya, penyemprotan disinfektan outdoor kurang berdampak maksimal, karena air hujan akan melarutkan disinfektan. Perlu dipertimbangkan bagi para petugas, disinfektan tersebut justru terbawa air dan dapat mengganggu kestabilan mikroorganisme biotik, diantaranya membunuh bakteri yang membantu mengurai sampah dan mencemari sungai.
Rencana ke depan, lanjut Hartanto, Tim Tanggap Covid-19 UWM akan melakukan penyemprotan pada tempat, tiang, dinding, gagang pintu, daun pintu, gawangan pintu, tempat duduk, meja yang sering terpegang orang.
Hartanto juga mengajak, jika ada yang tergerak kesadarannya, maka timnya membuka bantuan dan apresiasi sivitas akademika untuk diwujudkan dalam upaya turut serta penanggulangan Covid-19. “Tim Tanggap Covid-19 perlu memperhatikan ketersediaan bahan pembuatan disinfektan yang semakin langka di pasaran, serta teliti terhadap penyemprotan di lingkungan kampus,” tegasnya. (nun/ ted)











