BERNASNEWS.COM — Menindaklanjuti surat edaran dari Walikota Yogyakarta H. Haryadi Suyuti dalam rangka upaya pencegahan Corona Virus Desase 2019 (Covid-19). Ketua Kampung Suryoputran H. Bandrio Utomo, SE melakukan rapat koordinisai rencana implementasinya, Minggu (22/3/2020), di Balai Kampung Suryoputran, Yogyakarta. Dihadiri oleh Ketua RW 08, 09, Perwakilan RW 10 dan segenap pengurus RT se Kampung Suryoputran, serta narasumber Amtono selaku Staf Konsultan dan Praktisi Kebencanaan.
Ketua Kampung Suryoputran H. Bandrio Utomo, menjelaskan, bahwa dalam surat edaran dari Walikota Yogyakarta berisi ajakan kepada seluruh masyarakat Kota Yogyakarta untuk ikut serta aktif melakukan pencegahan tersebarnya virus Corona.
“Ada empat poin untuk itu yakni, melaksanakan gerakan bersih-bersih secara serentak, menyediakan alat/ bahan pencegahan virus Corona, membatasi kegiatan bersifat massal, dan mendorong peran serta pengelola tempat ibadah. Dan tentunya semua kita laksanakan dengan kebersamaan warga, serta gotong royong,” ungkap Bandrio.
Melaksanakan gerakan bersih-bersih secara serentak, menurut
Bandrio harus segera dilakukan karena disamping dapat mengurangi penyebaran
virus. Juga untuk mengurangi beban psikologis warga kampung. “Untuk itu saya
menghadirkan pak Amtono dari RT 37 kebetulan tadi pagi telah melaksanakan
penyemprotan disinfektak di lingkungan secara mandiri. Kegiatan beliau ini
sangat menginspirasi apalagi bidangnya adalah kebencanaan,”ujarnya.

Amtono selaku nara sumber rapat membenarkan, bahwa menyikapi wabah virus Corona yang telah menjadi pandemi atau telah mengglobal ini harus dilakukan secara bijaksana, dengan dua pendekatan yaitu, secara psikologis dan secara phisik. Adanya internet dan akses informasi yang tidak terbatas terkadang menambah beban psikologis masyarakat.
“Peran admin pengelola grup whats app (wa) harus bisa menjadi katalisator yang bisa memberikan pencerahan apabila ada warga yang men-share berita-berita yang tidak benar, berita bukan bersumber pada media yang kredibel, atau hoax. Katalisator juga bisa dilakukan oleh tokoh yang disegani warga,” terang Amtono.
Lebih lanjut, Amtono menambahkan, bahwa setingkat kelurahan itu seharusnya ada semacam prosedur tetap (protap) kebencanaan. Bencana itu tidak harus dari alam, misalnya gunung erupsi, banjir, longsor. “Siapa bilang wilayah Njeron Beteng aman dari bencana kebakaran, lihat saja kini banyak rumah-rumah dibangun berhimpitan adu kikis (batas). Hal ini sangat beda dengan jaman dahulu, setiap rumah masih ada pembatas ruang,” imbuhnya.
Sebelum rapat diakhiri, Amtono memberikan tips-tips cara pembuatan disinfektan untuk penyemprotan lingkungan kampung yang bahan-bahannya telah tersedia di pasaran maupun di toko kimia. Dengan biaya tak lebih dari Rp 50.000 bisa untuk membuat larutan disinfektan sekitar 100 liter.
Dan disepakati Ketua Kampung Suryoputran H. Bandrio Utomo, sebagai koordinator pelaksanaan penyemprotan dan Ketua RW/ Ketua RT sebagai koordinator teknis lapangan. Penyemprotan serentak pada hari Rabu, 25 Maret 2020 pagi. (ted)











