BERNASNEWS.COM — Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Kabupaten Sleman mengikuti kegiatan sosialisasi Sensus Penduduk (SP) 2020 dan Layanan Kedaruratan 112 Kabupaten Sleman, Kamis (6/2/2020), di Rumah Makan Dapur Warna, Jalan Kaliurang, Sleman, DIY.
Kegiatan sosialisasi yang diinisiasi Badan Pusat Statistik Kabupaten Sleman bekerjasama dengan Dinas Kominfo Kabupaten Sleman ini dihadiri lebih dari 100 perserta dari perwakilan kecamatan dan anggota KIM se Kabupaten Sleman.
Kepala Dinas
Kominfo kabupaten Sleman Eka Surya Prihantoro, SSi, MKom dalam sambutannya,
mengatakan, acara ini diselenggarakan selain untuk silahturahmi. Juga agar bisa
tahu infomarsi yang akurat dan benar, serta tentang cara menyimpan data – data
secara benar dan tidak disalah gunakan.

“Kami berharap para peserta sosialisasi ini bisa mengikuti sampai akhir. Dan selanjutnya bisa ikut menyebarluaskan informasi kegiatan ini kepada masyarakat,” kata Eka.
Paulus Henri Laksono selaku Pemateri Sensus Penduduk 2020, menjelaskan, sensus akan dilaksanakan pada bulan Februari 2020 mendatang. Metode sensus yang dipakai Kabupaen Sleman adalah metode kombinasi yaitu metode tradisional dan metode berbasis regristrasi. “Informasi kependudukan yang disajikan dalam sensus penduduk sebagai dasar perencanaan dan evaluasi pembangunan nasional. Dan kerahasiaan informasinya dijamin Undang-undang,” ungkapnya.
Tema sensus penduduk kali ini adalah “Mari Bersama Mencatat Indonesia”. Sensus dilaksanakan tanggal 15 Februari sampai dengan Juli 2020, sensus juga bisa dilakukan melalui online. “Tujuan SP 2020 itu sendiri adalah menyediakan data jumlah komposisi distribusi dan karakteristik penduduk Indonesia menuju Satu Data Kependudukan Indonesia,” tegas Paulus.

Sementara sosialisasi Layanan Kedaruratan 112 yang akan di-launching pada tanggal 26 Februari 2020, Sekertaris Dinas Kominfo Kabupaten Sleman Purwati, SH, MM, menambahkan, dengan adanya layananan Kedaruratan 112 di Sleman akan mempercepat dan membantu masyarakat dalam menerima pertolongan dalam keadaan darurat.
“Keadaan darurat itu misal kebakaran, bencana alam, kerusuhan dan lainnya yang sifatnya darurat. Dan membutuhkan pertongan segera,” imbuh Purwanti. (nun/ ted)











