Home Ekonomi Service-Dominant Logic Sebuah Metode Mengoperasikan Model Bisnis Berbasis Jasa

Service-Dominant Logic Sebuah Metode Mengoperasikan Model Bisnis Berbasis Jasa

301
0
Bambang Suratno ST MT PhD, Dosen Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri UII, dalam jumpa pers secara daring dari Kampus FTI UII Jalan Kaliurang pada Kamis 6 Mei 2021. Foto : Jerri Irgo

BERNASNEWS.COM – Service-Dominant Logic (SDL) adalah pola pikir yang mampu menghasilkan banyak peluang untuk berinovasi dan merancang model bisnis jasa yang berfokus pada jejaring, di mana banyak pihak berkolaborasi untuk menghasilkan suatu nilai (value-in-use) bagi suatu kelas pelanggan tertentu.

Model bisnis ini disebut model bisnis berbasis jasa (service-dominant business model). Satu masalah umum dalam desain dan implementasi model bisnis adalah terbatasnya dukungan metodologi dalam memandu operasionalisasi model bisnis ke dalam proses bisnis dan sistem informasi.

Masalah ini juga ada dalam konteks SDL dan bahkan mungkin lebih banyak jika dibandingkan dengan kasus non-SDL karena model bisnis yang berbasis jasa memerlukan proses bisnis yang mengintegrasikan kolaborasi antara banyak pihak.

Hal itu disampaikan Bambang Suratno ST MT PhD, Dosen Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri UII, dalam jumpa pers secara daring dari Kampus FTI UII Jalan Kaliurang pada Kamis 6 Mei 2021.

Dalam disertasi untuk meraih gelar doktornya, Bambang Suratno mengusulkan suatu metode yang disebut dengan SDBMOM yakni Service Dominant Business Model Operationalization Method untuk operasionalisasi model bisnis berbasis jasa ke dalam bentuk model proses bisnis konseptual yang dirancang dengan notasi pemodelan proses yang terstandarisasi sebagai langkah awal menuju implementasi model bisnis.

Dikatakan, SDBMOM dikembangkan sebagai bagian dari framework rekayasa bisnis BASE/X, yang bertujuan untuk memberikan dukungan konseptual dan metodologis untuk mengadopsi SDL khususnya terkaitdesain dan operasionalisasi model bisnis yang menyeluruh.

Pengembangan SDBMOM mengikuti metodologi penelitian Design Science Research. Tahap awal adalah menentukan masalah dan serangkaian tujuan desain. Kemudian mengembangkan dan merancang artefak, yaitu metode SDBMOM.

Sementara tahap akhir adalah mengevaluasi validitas dan utilitas artefak tersebut. “SDBMOM dikonseptualisasikan dalam framework BASE/X dan disajikan sebagai metode bertahap (step-wise method) yang mengandalkan konsep dan elemen pendekatan pemodelan proses yang sangat cukup dikenal dalam industri, yaitu BPMN,” kata Bambang Suratno.

Dalam desertasi ini, ilustrasi skenario bisnis dari domain industri perjalanan (travelling) digunakan untuk menjelaskan, mengilustrasikan dan mengevaluasi metode tersebut. Metode ini dievaluasi dengan bantuan praktisi ahli dari berbagai domain industri yang terkait.

Menurut Bambang Suratno, metode SDBMOM disusun secara terstrukur dengan tujuan agar model bisnis dapat dioperasionalisasikan secara keseluruhan. Metode ini juga menggambarkan ruang lingkup operasional dan batas-batas untuk para pemangku kepentingan yang menciptakan nilai secara bersama-sama (value co-creation) dalam jejaring bisnis berbasis jasa tersebut.

Selain itu, metode ini memberikan dasar untuk spesifikasi model proses konseptual dan juga model proses yang dapat dieksekusi. Pada akhirnya, metode ini juga memfasilitasi agar luarannya kemudian dapat diimplementasikan dalam sistem informasi, khususnya yang berbasis proses. (lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here